Logo Header Antaranews Sumbar

Turki Kerahkan Jet Saat Pasukan Suriah Bom Kota Perbatasan

Senin, 3 Desember 2012 20:24 WIB
Image Print

Diyarbakir, Turki, (ANTARA/Reuters) - Pasukan pemerintah Suriah membom posisi gerilyawan di Kota perbatasan Ras Al-Ain, Senin, sehingga menewaskan sedikitnya 12 orang, dan membuat Turki mengerahkan jet tempur di sepanjang perbatasannya, kata beberapa pegiat oposisi Suriah. Obersvatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia mengatakan enam dari mereka yang tewas oleh serangan udara di permukiman di Kota Kecil Mahatta adalah petempur oposisi dan 30 orang lagi cedera. Ledakan keras suara tembakan senjata anti-pesawat menggetarkan Kota Kecil Ceylanpinar di Turki, yang berbatasan dengan Ras Al-Ain, sehingga membuat warga berlarian untuk mencari tempat berlindung. Gelombang asap tebal membubung ke udara di wilayah Suriah dan ambulans bergegas membawa korban cedera ke rumah sakit. Beberapa sumber keamanan mengatakan beberapa jet F-16 Turki bergegas dari pangkalan udara mereka di Kota Diyarbakir di Turki tenggara, setelah serangan udara itu terhadap markas Tentara Suriah Bebas di Ras Al-Ain, sebagai peringatan kepada Damaskus agar tidak melanggar wilayah Turki. Gerilyawan menguasai kota kecil tersebut hampir satu bulan lalu, dalam pertempuran yang telah memicu arus pengungsi terbesar dalam krisis 20 bulan di Suriah. Peristiwa itu telah menguji tekad Turki untuk mempertahankan diri dari rembesan kerusuhan. Beberapa bom mendarat di Ceylanpinar selama pertempuran Senin, kata beberapa sumber keamanan sebagaimana dilaporkan Reuters --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin malam. Namun tidak jelas apakah bom itu ditembakkan oleh pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad atau oleh gerilyawan. Turki, pendukung utama oposisi Suriah, telah meminta NATO menempatkan rudal permukaan-ke-udara Patriot di dekat perbatasan 900 kilometernya dengan Suriah sebagai langkah pertahanan. Ankara telah berulangkali melepaskan tembakan balasan ke seberang perbatasannya sebagai reaksi atas peluru dan bom nyasar yang memasuki wilayahnya. Turki prihatin terhadap senjata kimia tetangganya, krisis pengungsi yang meningkat di perbatasannya, dan apa yang dikatakannya dukungan Suriah buat gerilyawan Kurdi di wilayahnya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026