Logo Header Antaranews Sumbar

KPU Turunkan Alat Peraga Kampanye

Senin, 7 April 2014 05:27 WIB
Image Print

Padang Aro, (Antara) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok Selatan bekerjasama dengan berbagai pihak menurunkan alat peraga kampanye (APK) partai politik yang masih terpasang meski sudah memasuki minggu tenang. Ketua KPU Solok Selatan Robert Cenedy, di Padang Aro, Senin, mengatakan pembersihan APK tersebut dilakukan setelah dilakukan koordinasi dengan Panwaslu, Polisi Pamong Praja (Pol-PP), Kepolisian dan disepakati pembersihan dilakukan mulai hari ini. "Pembersihan APK kami mulai dari daerah yang perbatasan dengan Kabupaten Solok yaitu Jorong Ulu Suliti, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh hingga pukul 22.00 WIB," katanya. Dia mengatakan, sebelumnya KPU sudah menyurati seluruh partai politik peserta pemilu untuk membersihkan sendiri semua APK pada 2 April 2014, namun hari ini masih banyak APK yang belum diturunkan. Dalam penurunkan APK ini, katanya, tim memfokuskan penurunan APK di sepanjang jalan utama. Sedangkan untuk jalan kabupaten, katanya, dilakukan oleh Panitia Pengawas Pemili (Panwaslu) dengan didampingi oleh satu orang Pol-PP. Penurunan APK, katanya, dilakukan selama dua hari yaitu 7-8 April sesuai kemampuan yang dimiliki. Dalam penurunan APK ini semua unsur hingga kecamatan dikerahkan supaya mendapatkan hasil yang maksimal. Ketua Panwaslu Solok Selatan Sanusi mengatakan pihaknya sudah memberikan imbauan kepada parpol pada 5 April untuk melakukan pembersihan sendiri terhadap atribut yang mereka punya. "Namun hingga hari ini masih banyak parpol yang tidak mengindahkan imbauan tersebut sehingga dilakukan penurunan oleh tim," katanya. Dalam pembersihan ini, katanya, semua unsur Panwaslu dilibatkan. Pada hari pertama ditargetkan bisa menertibkan APK hingga Kecamatan Pauah Duo. "Pada hari kedua kami akan menertibkan APK di Kecamatan Sangir, Sangir Jujuan, Sangir Balai Janggo dan Sangir Batang Hari," ujarnya. Kepala Seksi (Kasi) Operasi Pol PP Solok Selatan Nursamsi mengatakan jumlah personel yang dikerahkan dalam penertiban ini disesuaikan dengan banyaknya pelanggaran di lapangan. "Kami tidak menentukan jumlah anggota yang diturunkan dan itu disesuaikan dengan banyaknya pelanggaran di lapangan," katanya. (*/rik)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026