Logo Header Antaranews Sumbar

PPLN Singapura Jamin Keamanan Data Pemilih

Senin, 7 April 2014 06:44 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Singapura menggunakan sistem barcode untuk setiap warga negara Indonesia yang datang ke 36 TPS di 36 di Singapura, demikian pernyataan pers Kedubes Indonesia di Singapura, Minggu. Penggunaan barcode juga dapat menjamin keamanan data sehingga surat suara yang diberikan kepada masing-masing calon pemilih diterima oleh orang yang berhak dan menghindari penyalahgunaan surat suara. PPLN Singapura menetapkan hari pemungutan suara di Singapura pada hari Minggu (6/4) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Hal ini mengingat mayoritas WNI di Singapura adalah profesional, pelajar, dan PLRT yang umumnya mendapat hari libur pada hari Minggu. Sesuai dengan ketentuan KPU, penghitungan suara akan dilaksanakan pada tanggal 9 April 2014. Sampai dengan hari penghitungan suara, surat suara akan disimpan di ruang arsip khusus KBRI Singapura yang dilengkapi dengan kamera CCTV dan dijaga tim polisi yang didatangkan dari Mabes Polri. Pada pemungutan suara hari Minggu puluhan ribu warga Indonesia di Singapura nampak memadati KBRI Singapura untuk mengikuti Pemilu legislatif. Mereka terlihat antusias menggunakan hak pilihnya untuk memilih calon-calon yang akan duduk sebagai wakil rakyat. Lebih dari 20.000 surat suara masuk dalam pemilihan tersebut, yang terdiri dari 13.000 lebih pemilih yang datang langsung ke KBRI dan diperkirakan surat suara melalui pos yang telah diterima sekitar 7.000. Namun demikian, jumlah surat suara melalui pos diperkirakan masih akan terus bertambah mengingat hingga saat ini surat suara tersebut masih berdatangan dan batas akhir penerimaan melalui pos adalah tanggal 10 April 2014. Para pemilih yang hadir langsung ke KBRI tersebut tersebar dalam 36 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang didirikan di KBRI. Mengingat banyaknya TPS yang didirikan, proses pencoblosan kertas suara berlangsung cepat dan tertib, sehingga para pemilih merasa nyaman karena tidak perlu mengantre terlalu lama. PPLN Singapura saat ini masih melakukan penghitungan surat suara yang masuk. Daftar pemilih yang telah terdaftar yaitu sejumlah 115.679 orang, yang terdiri dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 112.123 orang dan Daftar Pemilih Tambahan Luar Negeri (DPTLN) sebanyak 3.556 orang. Dari jumlah tersebut di atas, sebanyak 12.608 orang diantaranya memilih menggunakan pos. Menurut Ketua PPLN Singapura, Mirza Nurhidayat, PPLN Singapura melakukan berbagai usaha untuk menjaring pemilih sebanyak mungkin. Upaya yang dilakukan antara lain melalui kegiatan sosialisasi, membuat jaringan media sosial, siaran radio, mengirimkan surat yang ditujukan kepada pemilih dan membuka layanan pendaftaran secara online pada website PPLN, serta menyediakan shuttle bus dari pemberhentian MRT terdekat dari KBRI. Proses pemungutan suara ini juga dimeriahkan dengan bazar makanan Indonesia. PPLN Singapura terdiri dari unsur masyarakat Indonesia di Singapura dan pegawai KBRI Singapura. Salah satu anggota PPLN Singapura dari unsur masyarakat adalah Kholifah yang bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Singapura. Sementara itu, Duta Besar RI untuk Singapura Andri Hadi mengatakan bahwa kesuksesan penyelenggaraan Pemilu legislatif RI di KBRI Singapura tidak lepas dari dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia di Singapura serta dan dari Pemerintah Singapura khususnya Kementerian Luar Negeri Singapura, Singapore Police Force dan SingPost. "Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Singapura, terutama Kemlu, Singapore Police Force dan SingPost yang telah membantu terselenggaranya Pemilu ini dengan lancar dan aman, serta kepada seluruh masyarakat Indonesia di Singapura dan tim Mantap Brata dari Mabes Polri yang telah bekerja keras mewujudkan penyelenggaraan Pemilu di KBRI Singapura," ujarnya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026