
Saksi Mata: Lebih dari 30 Gerilyawan Tewas di Nigeria

Abuja, (Antara/Xinhua-OANA) - Lebih dari 30 gerilyawan tewas dalam serangan pagi hari oleh personel militer di Negara Bagian Nasarawa, Nigeria Tengah-Utara, kata beberapa saksi mata Xinhua pada Kamis (3/4). Warga setempat mengatakan 10 mayat tersangka gerilyawan tergeletak di Mararaban Giza, permukiman di daerah pemerintah lokal Keana di negara bagian Nigeria Utara itu, setelah serangkaian bentrokan antar-masyarakat belum lama ini antara peternak dan warga lokal. Lebih dari 20 mayat juga dimasukkan ke kamar mayat di rumah sakit yang dikelola pemerintah di Lafia, Ibu Kota Negara Bagian tersebut, kata Audu Abubakar, seorang warga. "Banyak mayat lagi belum dikeluarkan dari semak di daerah kami," ia menambahkan. Menurut dia, prajurit militer --yang datang dalam rombongan-- melancarkan serangan terhadap tersangka gerilyawan berdasarkan laporan intelijen yang diterima mengenai kegiatan dan persembunyian mereka di Permukiman Mararaba Giza dan Tse-Azer, tempat mereka berlindung. Senjata canggih juga disita dari gerilyawan oleh prajurit yang melepaskan tembakan secara membabi-buta selama serbuan itu, kata warga tersebut, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Ia menambahkan para penjahat itu tak tahu bahwa mereka akan diserang. Ia melihat senapan dan bahan peledak rakitan, di antara barang lain yang disita dari gerilyawan tersebut. Juru Bicara Kepolisian Negara Bagian Umar Ismaila mengkonfirmasi peristiwa itu tapi tak bersedia mengomentari jumlah korban jiwa. "Itu adalah operasi militer dan mereka lebih berwenang untuk mengeluarkan pernyataan. Bagi kami, kami berusaha melihat bagaimana situasi dapat dikendalikan," katanya. Polisi akan memberi keterangan kepada media mengenai peristiwa tersebut, setelah penyelidikan diselesaikan, ia menambahkan. Sejauh ini, militer Nigeria belum mengeluarkan keterangan resmi apa pun untuk memberi perincian mengenai serangan itu dan jumlah korban jiwa. Ketika berbicara dengan Xinhua, Ardo Sodangi Audu --seorang pemimpin masyarakat-- mengatakan ia tak bisa memberi perincian mengenai peristiwa tersebut tapi khawatir jumlah korban jiwa bertambah. "Beberapa mayat masih ditemukan," ia menambahkan. Nigeria, dengan sebanyak 170 juta warga, berbagai perbatasan darat dengan Benin di barat, Chad dan Kamerun di timur dan Niger di utara. Bagian utara negeri itu dirongrong kerusuhan, termasuk serangan oleh kelompok Boko Haram. Bagian selatannya dikatakan menjadi pusat kegiatan penjahat yang meliputi pencurian minyak atau bahan bakar kapal, penculikan dan serangan perampok bersenjata. Bentrokan antar-masyarakat seringkali melumpuhkan kegiatan ekonomi di Negara Bagian Plateau di bagian tengah negeri tersebut --yang berbatasan dengan banyak negara bagian utara, dan kantung kerusuhan di Negara Bagian Benue di bagian utara-tengah seringkali melibatkan peternak. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
