Logo Header Antaranews Sumbar

Menteri Infrastruktur Belanda Resmikan Kerjasama dengan BMKG

Kamis, 3 April 2014 13:20 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Belanda, Melanie Schultz van Haegen meresmikan kerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencakup bidang penerapan iklim untuk pertanian dan kebencanaan. "Kerjasama ini juga termasuk alih teknologi," kata Kepala BMKG Andi Eka Sakya usai menerima kunjungan Menteri Schultz, di BMKG di Jakarta, Kamis. Andi menjelaskan, ada lima lembaga yang terkait dengan kerjasama tersebut yaitu BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian serta Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (PusAir). Kegiatan dalam bidang pertanian mencakup pengembangan Kalender Tanam Dinamik Terpadu yang saat ini sudah tersedia sebagai produk kerjasama BMKG dengan Kementerian Pertanian. Pemutakhiran data iklim secara otomatis pada kalender tanam menjadikan sistem kalender tanam tersebut dinamis dan "terup date" setiap saat jika terjadi perubahan atau anomali. "Kita sebenarnya sudah punya kalender tanam, tapi dengan kalender tanam dinamis terpadu ini informasi bisa segera didapat dan terpadu. Dulu hanya berisi varietas tanaman atau serangan penyakit, sekarang ditambah dengan informasi perubahan iklim," katanya. Serta pengembangan lanjut dari sistem peringatan dini banjir (flood early warning system/FEWS) dan sistem peringatan dini kekeringan (drought early warning system/DEWS. Lebih lanjut Andi mengatakan, kerjasama Indonesia-Belanda dalam bidang cuaca dan iklim telah dirintis sejak 2009 melibatkan BMKG dan PusAir serta KNMI (BMKG Belanda) dan kedinasan air Belanda (Deltares). Kerjasama tersebut meliputi perbaikan data, layanan sistem peringatan dini banjir, layanan sistem peringatan dini kekeringan dan peningkatan sumberdaya manusia BMKG serta sistem analisa data iklim. "Kerjasama ini sudah menghasilkan sistem peringatan dini banjir yang dipakai pada Daerah Aliran Sungai Ciliwung dan sekitarnya," tambah dia. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026