Logo Header Antaranews Sumbar

Harga Minyak Turun di Tengah Harapan Meredanya Krisis Ukraina

Selasa, 1 April 2014 11:16 WIB
Image Print

Singapura, (Antara/AFP) - Harga minyak merosot di perdagangan Asia Selasa karena laporan penarikan sebagian pasukan Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina menimbulkan harapan meredanya kebuntuan Timur-Barat sejak Perang Dingin. New York West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 24 sen ke posisi 101,34 dolar per barel pada pertengahan perdagangan pagi Asia, sementara minyak mentah Laut Utara Brent untuk penyerahan Mei turun 13 sen menjadi 107,63 dolar. Juru bicara staf umum kementerian pertahanan Ukraina OleksiyDmytrashkivskiy kepada AFP Senin pasukan Rusia telah "secara bertahapmenarik diri" dari perbatasannya . Amerika Serikat mengatakan akan menyambut setiap langkah Rusia untuk menarik pasukannya kembali, tapi tidak mengkonfirmasi laporan bahwa Moskow telah mulai melakukannya . Kenny Kan, analis pasar pada CMC Markets di Singapura mengatakan, laporan penarikan pasukan oleh Kremlin telah meredakan kekhawatiran tentang konflik militer antara Rusia dan Ukraina, yang akan menyebabkan harga minyak melambung. "Penekanan dalam ketegangan geopolitik tersebut mungkin ... mengurangi risiko yang sebelumnya telah dipatok pada harga minyak," kata Kan. Rusia menyediakan sekitar seperempat dari pasokan gas alam di Eropa , dengan sekitar 80 persen dari ekspor mereka melalui jaringan pipa di Ukraina . Pasukan Rusia yang berkumpul di perbatasan timur Ukraina , memicu kekhawatiran tentang rencana Moskow setelah pengambilalihan semenanjung Krimea bulan lalu . Investor sementara juga mencerna data manufaktur Tiongkok terbaru yang dirilis pada Selasa. Indeks manajer pembelian resmi (PMI) adalah 50,3 di Maret, Biro Statistik Nasional mengatakan dalam sebuah pernyataan , naik dari 50,2 pada Februari, yang merupakan terendah delapan bulan. Pasar telah memperkirakan PMI tetap tidak berubah di bulan Maret, menurut polling ekonom oleh Dow Jones Newswires. Angka di atas 50 menunjukkan pertumbuhan, sementara berapapun di bawah angka 50 merupakan sinyal kontraksi. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026