
BRI Tetapkan Rp10,37 Triliun sebagai Laba Ditahan

Jakarta, (Antara) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS) sepakat menetapkan 49 persen atau sebesar Rp10,37 triliun sebagai laba ditahan dari laba bersih BRI pada 2013. Direktur Utama BRI Sofyan Basir mengatakan pemegang saham juga menetapkan dividen sebesar 30 persen dari laba bersih BRI Rp21,16 triliun atau sebesar Rp6,35 triliun dan sebesar 21 persen atau sekitar Rp4,44 triliun akan digunakan sebagai cadangan tujuan untuk mendukung investasi. "Besaran dividen dan laba ditahan tersebut tidak lepas dari pertimbangan pemegang saham akan pentingnya perseroan melakukan ekspansi usaha dan kredit ke depan guna menangkap besarnya peluang BRI di segmen UMKM," ujar Sofyan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu. Nilai pembagian dividen yang dibagikan dalam empat tahun terakhir tercatat harus mengalami peningkatan. Pada 2010 nilai dividen BRI sebesar Rp93,01 per lembar saham dan pada 2013 lalu telah mencapai Rp257,32 per lembar saham. Sebagai pemegang saham mayoritas, total dividen yang diterima oleh pemerintah dari laba bersih BRI Tahun Buku 2013 menjadi Rp3,6 triliun. Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) BRI hingga 2013 tercatat masih kuat yakni sebesar 16,99 persen setelah memperhitungkan risiko kredit, risiko pasar, dan risiko operasional. "Meski demikian, perseroan perlu memperkuat struktur permodalan guna menopang ekspansi kredit maupun usaha perusahaan serta semakin memberikan benefit yang optimal bagi investor dan pemegang saham," kata Sofyan. Kinerja saham BRI juga terus menunjukkan tren yang positif. Pada penutupan pasar kemarin, saham BBRI ditutup pada harga Rp9.525 dengan market cap sebesar Rp234,97 triliun dan membukukan imbas hasil sebesar 31,38 persen (year to date). (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
