Logo Header Antaranews Sumbar

Tanker yang Dikuasai Anggota Milisi Kembali ke Tripoli, Libya

Senin, 24 Maret 2014 08:30 WIB
Image Print

Tripoli, (Antara/Xinhua-OANA) - Tanker minyak komersial "Morning Glory" kembali ke Tripoli, Ahad (23/3), setelah dikuasai oleh gerilyawan yang berusaha menyelundupkan minyak mentah, kata Angkatan Laut Libya. Tiga anggota milisi Libya di tanker tersebut dan 21 anggota awak berkebangsaan asing --enam orang Palestina, enam India, tiga Sri Lanka, dua Suriah, dua Sudan dan dua Eritrea-- ditahan. Kapal tersebut, yang berisi lebih dari 200.000 barel minyak, memasuki perairan internasional dari pelabuhan yang dikuasai gerilyawan, As-Sidra, awal Maret, dalam upaya menjual barang bawaannya ke pembeli yang potensial, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Angkatan Laut Libya menyatakan mereka gagal menghalangi tanker Moring Glory melarikan diri "karena cuaca buruk". Angkatan Laut AS, SEAL, menyerbu kapal itu di perairan internasional di dekat Siprus dan merebut kendali atas kapal tersebut pada Ahad lalu (16/3). Belakangan mereka menyerahkannya kepada Pemerintah Libya. Peristiwa itu memicu krisis politik di Libya, sehingga mengakibatkan pemecatan perdana menteri Ali Zeidan oleh parlemen. Sejak kejatuhan mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi, negara tersebut telah dilanda kerusuhan dan aksi kejahatan. Sebagian gerilyawan menuntut bagian lebih banyak dari hasil penjualan minyak dan ekonomi lebih luas. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026