
Media Negara: Enam Tentara Tewas Dalam Serangan Dekat Kairo

Kairo, (Antara/Reuters/AFP) - Sejumlah pria bersenjata tak dikenal melepaskan tembakan ke arah tempat pemeriksaan polisi Angkatan Darat Mesir di luar Kairo pada Sabtu, menewaskan enam personel, stasiun televisi negara melaporkan. Seorang sumber keamanan mengatakan kepada stasiun TV itu bahwa dua bom yang ditemukan di dekat tempat tersebut juga telah dijinakkan. Tentara mengecam serangan itu yang dilakukan kelompok Ikhwanul Muslimin, organisasi yang antara lain dipimpin Presiden terguling Mohammad Moursi, menurut pernyataan militer. Ikhwanul Muslimin tidak dapat segera memberikan komentar. Para penyerang melepaskan tembakan ke arah personel militer itu ketika mereka selesai sholat subuh dan meletakkan dua bom itu, tulis pernyataan tersebut. Siaran televisi yang disiarkan langsung memperlihatkan tim penjinak bom berhasil menjinakkan bom-bom itu di tempat kejadian di kawasan Subra al-Kheima. Sejumlah serangan dilakukan terhadap pasukan keamanan sejak tentara menggulingkan Moursi Juli lalu dan sekitar 300 personel militer gugur. Para pengamat memperkirakan serangan-serangan atas pasukan keamanan akan meningkat pada bulan-bulan mendatang ketika pemilihan presiden akan diselenggarakan dan diperkirakan akan dimenangkan oleh Marsekal Abdel Fattah al-Sisi, panglima militer Mesir. Seorang perwira tentara tewas dalam satu serangan atas bus tentara pada Kamis yang Mesir juga salahkan atas Ikhwanul Muslimin. kelompok itu dinyatakan sebagai kelompok teroris oleh pemerintah pada Desember lalu. Ihkwanul Muslimin, yang menyatakan akan tetap melakukan aktivitas damai, mengutuk serangan Kamis dan menuduh pemerintah dukungan militer mencoba memojokkannya dengan alasan-alasan politik. Kelompok militan yang berkedudukan di Sinai, Ansar Bayt al-Maqdis telah menyatakan bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap perwira senior keamaman termasuk usaha pembunuhan atas menteri dalam negeri tahun lalu. Kelompok itu menyatakan serangan-serangan tersebut sebagai balasan atas penumpasan brutal para pendukung Moursi, yang Amnesty International meneyatakan sekitar 1.400 orang meninggal. Moursi terpilih sebagai presiden dalam pemilihan pertama dan demokratis, menyusul pergolakan 2011 yang menggulingkan diktator Hosnis Mubarak yang telah lama berkuasa. Tapi setahun dalam kekuasaan membuat rakyat Mesir terpecah, dan musim panas lalu militer menggulingkannya di tengah-tengah protes yang menuntut penggulingannya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
