
Bank Pertanian Setujui Dana Bantuan untuk Petani Thailand

Bangkok, (Antara/TNA-0ANA/Reuters) - Bank Pertanian dan Koperasi Pertanian (BAAC) akan menyiapkan dana bantuan untuk memacu iuran keuangan bagi petani Thailand, kata wakil menteri keuangan sementara Tanusak Lek-Uthai. Dia mengatakan peraturan BAAC tidak melarang dana tersebut akan diterimakan sebagai bantuan keuangan kepada petani, yang menunggu pembayaran dari aturan penjaminan beras. Dia mengatakan orang bisa menyumbangkan atau meminjamkan dana untuk itu sehingga BAAC bisa mengeluarkan uang tersebut untuk pembayaran tunggakan kepada petani. Para petani yang tergabung dalam subsidi beras negara telah menunggu pembayaran untuk beras mereka sejak September. Tanusak mengatakan beberapa perusahaan milik negara (BUMN) tertarik pada penawaran surat pinjaman Kementerian Keuangan kemarin sebesar total 20 miliar bath dengan jatuh tempo delapan bulan. Kementerian Keuangan berencana untuk mengeluarkan uang dari promes itu untuk membayar petani. Satu sumber informasi mengatakan penerimaan yang dikeluarkan untuk 10.970.000 ton beras beras petani dari musim taman 2013/2014, sebesar 181 miliar bath, pada 16 Februari. BAAC telah membayar 69 miliar bath kepada petani, sedangkan Kementerian Perdagangan telah mentenderkan beras melalui Agricultural Futures Exchange of Thailand (AFET). Beberapa hari lalu, para petani Thailand membatalkan rencana pawai dengan traktor menuju bandar udara di Bangkok untuk memrotes aturan subsidi beras, yang tidak dibayarkan, setelah mereka mendapat jaminan akan menerima hak mereka, kata juru bicara. Langkah itu menjadi berita baik bagi Perdana Menteri sementara Yingluck Shinawatra. Program subsidi beras merupakan salah satu kebijakan populis yang dibuat saudara laki-laki Yingluck, mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra yang menjadi pusat konflik yang selama bertahun-tahun memecah belah Thailand serta memicu protes, terkadang disertai kekerasan, yang melumpuhkan sebagian ibu kota selama beberapa pekan. Para petani mengatakan ingin melakukan aksi protes simbolis, tanpa ada niat memblokir lalu lintas udara seperti yang terjadi pada 2008, saat pengunjuk rasa memaksa dua bandara utama di Bangkok ditutup selama lebih sepekan. Mantan anggota parlemen Chada Thaiseth, berbicara atas nama para petani yang berkumpul di Provinsi Ayutthaya mengatakan mereka sudah mendapat jaminan pembayaran. "Pemerintah akan membayar kepada para petani pekan depan. Para petani akan balik sekarang dan melihat apakah pemerintah akan membayar seperti yang dijanjikan," katanya, "Jika tidak, kami akan kembali turun ke jalan." Ia mengatakan pembayaran akan dilakukan melalui bank milik pemerintah Bank Pertanian dan Koperasi Pertanian mulai pekan depan. Televisi Reuters memperkirakan jumlah petani pengunjuk rasa berkisar antara 2.000 hingga 3.000 dalam konvoi 800 traktor, dan dipastikan akan menyebabkan kekacauan lalu lintas selama berjam-jam jika aksi tersebut benar-benar dilakukan. Program beras tersebut penting bagi basis dukungan Yingluck di kawasan miskin di utara dan timurlaut Thailand. Subsidi untuk petani menjadi kebijakan utama yang membawanya ke pucuk kekuasaan pada 2011. Namun subsidi itu menyebabkan pasokan beras Thailand menggunung dan menghadapi masalah pendanaan. Pemimpin oposisi mengatakan skema tersebut penuh dengan korupsi. Kerugian yang ditanggung pembayar pajak sekitar 200 miliar baht per tahun, memantik kemarahan kelas menengah dan kaum urban terhadap PM Yingluck. Yingluck dan pemerintahannya diperiksa oleh komisi anti korupsi atas dugaan penyimpangan dalam skema subsidi tersebut. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
