
Pasaman Barat Jadi Kawasan Pembibitan Sapi di Sumbar

Simpang Ampek, (Antara) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menunjuk Kabupaten Pasaman Barat menjadi salah satu kawasan pembibitan ternak sapi dalam rangka mewujudkan swasembada daging. "Kami ditunjuk menjadi salah satu dari lima kabupaten sebagai kawasan pembibitan ternak sapi. Program ini bertujuan untuk mewujudkan swasembada sapi di Indonesia," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, Edrizal didampingi Kepala Bidang Peternakan, Alfian di Simpang Ampek, Rabu. Edrizal mengatakan, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan tiga kecamatan yaitu Kecamatan Kinali, Kecamatan Luhak Nan Duo dan Kecamatan Pasaman sebagai kawasan pembibitan ternak sapi. "Berdasarkan kajian tim Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), tiga kecamatan ini memiliki potensi untuk pengembangan ternak sapi. Selain memiliki potensi, tiga kecamatan itu memiliki sejarah dan pengalaman dalam pengembangan sapi sejak tahun 1980-an," katanya. Pihaknya juga mempersiapkan sekitar 24 kelompok peternak sapi untuk dibina dan dikembangkan menjadi kelompok pembibitan sapi di tiga kecamatan itu. Dalam waktu dekat mereka akan diverifikasi oleh tim provinsi dan pusat. Ia menyatakan kelompok yang masuk binaan tersebut harus memenuhi persyaratan dan seleksi yang ketat. Minimal telah memiliki 70 ekor sapi, selanjutnya petani itu harus bersedia mencatat, menimbang dan memeriksa sapi sejak dilahirkan. Mulai sapi dikawinkan, petani harus mencatat kelahiran sapi, memeriksa kesehatan, menimbang, mencatat setiap perkembangan sapi sampai satu tahun. "Pencatatan itu wajib dilakukan sehingga nantinya bisa ditetapkan sebagai bibit yang unggul dan berkualitas. Setelah itu baru bisa dikeluarkan surat keterangan bibit sapi berkualitas," ujarnya. Kepala Bidang Peternakan, Alfian menambahkan salah satu dukungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat nantinya adalah melakukan sinkronisasi birahi dengan memberikan dosis tepat untuk 350 ekor induk sapi. Ia menjelaskan bagi induk sapi yang reproduksinya bermasalah akan disamakan perkawinannya melalui dosis hormon yang diberikan sehingga nantinya sapi tersebut akan bersamaan melahirkan anakan berkualitas. "Itu adalah teknis yang telah disusun sehingga bibit yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan Pasaman Barat menjadi penghasil sapi yang sehat nantinya," katanya. Ia mengatakan sebagai tahap awal pihaknya belum bisa menargetkan berapa banyak produksi nantinya yang akan dihasilkan. Namun, pihaknya saat ini fokus mempersiapkan kelompok tani sesuai petunjuk UPT Direktur Jenderal Peternakan. "Muaranya adalah melahirkan bibit yang benar-benar sesuai kriteria yang ditetapkan untuk mendukung swasembada ternak di Indonesia," tegasnya. Ia mengharapkan semua pihak dapat mendukung program itu sehingga Pasaman Barat benar-benar bisa menjadi kawasan pembibitan sapi yang sehat dan berkualitas. "Kami juga ingin menaikkan populasi ternak sapi karena saat ini berdasarkan data terakhir jumlah populasi sapi Pasaman Barat sekitar 15.000 ekor," katanya. Ia menambahkan potensi pendukung bagi petani di Pasaman Barat juga tinggi. Dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit, pakan ternak maka akan mendukung pengembangan sapi. Sebaliknya ternak sapi akan bisa membantu kebun petani dari segi pupuk komposnya dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk organik. (*/alt/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
