Logo Header Antaranews Sumbar

Agam Gelar Event Tingkatkan Kunjungan Wisata

Selasa, 25 Februari 2014 15:19 WIB
Image Print

Lubukbasung, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Agam mengagendakan berbagai kegiatan bertaraf nasional dan internasional untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Junaidi di Lubukbasung, Selasa, mengatakan kegiatan yang diadakan itu seperti event paralayang, festival Ramadhan, pesta pantai di Pasi Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara. Kemudian Tour de Antokan (TdA), Tour de Singkarak (TdS), Garuda Bike Tour Maninjau, Agam Trail Eventure dan lainnya. "Event ini akan berlangsung selama 2014 dan saat ini sedang melakukan berbagai persiapan," kata Junaidi. Ia menjelaskan pada event paralayang akan diikuti oleh peserta dari mancanegara seperti, Singgapura, Malaysia, Australia, Amerika Serikat dan lainnya. Selain mengadakan berbagai event, Disbudpar Kabupaten Agam juga memperbaiki berbagai sarana pada objek wisata dan mengadakan kerja sama dengan biro perjalanan. Ia mengatakan semua event yang akan diadakan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Agam. Pada 2009, jumlah kunjungan wisataan nusantara ke Kabupaten Agam sebanyak 151.000 orang dan 8.623 orang wisatawan mancanegera, pada 2010 berjumlah 154.891 orang wisatawan nusantara dan 19.273 orang wisatawan mancanegera. Sedangkan pada 2011 berjumlah 187.204 orang wisatawan nusantara dan 18.668 orang wisatawan mancanegera, pada 2012 berjumlah 252.510 orang wisatawan nusantara dan 19.000 orang wisatawan mancanegera, pada 2013 berjumlah 308.748 orang wisatawan nusantara dan 20.733 orang wisatawan mancanegera. Sementara Ketua DPRD Kabupaten Agam Marga Indra Putra mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan yang akan diadakan oleh Disbudpar Kabupaten Agam. Dengan cara ini, katanya, pendapatan asli daerah (PAD) akan meningkat. Ia berharap agar intansi terkait untuk dapat memungut retribusi dan pajak penginapan, objek wisata, restoran dan lainnya. "Selama ini, retribusi dan pajak masih banyak tidak dikelola dengan baik oleh instansi terkait," katanya. (*/ari/jno)



Pewarta:
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026