
Ramos Lakukan Balas Dendam Terhadap Spurs

Paris, (Antara/AFP) - Juander Ramos melakukan balas dendam untuk pemecatannya oleh Tottenham Hotspur ketika Dnipro mengamankan kemenangan larut 1-0 atas bekas klubnya itu pada pertandingan pertama putaran 32 besar Liga Europa pada Kamis. Ramos dipecat Spurs pada Oktober 2008 setelah hanya 12 bulan melatih di White Hart Lane, namun pria 59 tahun ini sekarang hanya berjarak 90 menit dari membuat bekas klubnya itu mendapat ganjaran setelah penalti Yevhen Konoplyanka menjelang pertandingan berakhir memberi keuntungan bagi klub Ukraina itu untuk mempertahankan keunggulan pada pertandingan kedua di London utara pada 27 Februari. Pertandingan itu mendapat lampu hijau meski laporan-laporan terkini menyebutkan 60 orang meninggal dunia dalam kurun waktu tiga hari akibat aksi protes politik berdarah di Kiev. Dnipro berjarak sejauh 354 Kilometer dari ibukota Ukraina, namun kejadian-kejadian mengejutkan di Kiev masih bergema di Dnipropetrovsk, di mana dilakukan aksi mengheningkan cipta sebelum pertandingan dimulai dan para pemain kedua tim mengenakan pita hitam di lengannya untuk memperlihatkan rasa hormat terhadap para korban. Tim tamu mendapat peluang melalui Roberto Soldado pada awal babak kedua, namun penyerang Spanyol itu menyia-nyiakan peluang melakukan tembakan ke gawang dari jarak dekat. Dnipro mencuri kemenangan pada menit ke-81 ketika Jan Vertonghen melanggar Matheus di dalam kotak terlarang, dan Konoplyanka, yang merupakan incaran transfer Liverpool, sukses saat mengeksekusi penalti. Upaya Paulinho membentur tiang gawang pada saat-saat terakhir pertandingan, namun Spurs gagal memanfaatkan kemelut di depan gawang, dan pelatih Tim Sherwood belakangan menyalahkan kondisi lapangan untuk kegagalan Soldado mencetak gol. "Saya tidak menggunakannya sebagai alasan, sama sekali tidak, sebab kedua tim bermain di sana namun saya yakin (kondisi lapangan) itu memiliki bagian pada kegagalan Robbie di kesempatan itu," ucapnya. "Lapangannya menyedihkan, ini bukan alasan sebab kedua tim harus bermain di sana namun ini mungkin lapangan terburuk yang pernah saya alami dalam kurun waktu yang lama." "Kami harus mampu bermain lebih baik," akunya. "Kami akan mencetak gol di Lane, dijamin, namun ini tergantung pada berapa banyak kami akan mencetak gol." Tidak ada jalan bagi Swansea Swansea City tampil baik saat melawan Napoli namun mereka tidak dapat menemukan jalan untuk menundukkan tim raksasa Italia itu di Stadion Liberty. Kiper tim tamu Rafael Cabral melakukan penyelamatan krusial dari Wilfried Bony pada babak pertama setelah sang penyerang mendapat operan sempurna dari Pablo Hernandez. Rafael kemudian harus meninggalkan lapangan karena cedera saat turun minum, dan penggantinya Pepe Reina meneruskan menahan gempuran klub Wales itu pada babak kedua, menggagalkan tanukan Ashley Williams dan Chico Flores serta sepakan melengkung Wayne Routledge. "Saya pikir kami benar-benar nyaman dengan cara kami bermain. Ini merupakan hal yang mengecewakan ketika kami harus menyelesaikannya dengan hasil imbang 0-0," kata kapten Williams kepada ITV. Juventus memegang kendali Sementara itu, pemuncak klasemen Liga Italia Juventus terlihat telah meletakkan satu kaki pada putaran 16 besar setelah mengalahkan Trabzonspor dengan skor 2-0 di Turki. Pablo Daniel Osvaldo memaksimalkan bola memantul untuk membawa Juventus unggul pada awal pertandingan, namun gol Paul Pogba menjelang pertandingan berakhirlah yang membuat mereka menggenggam keunggulan signifikan menuju putaran kedua yang akan dimainkan pekan depan. Juve dapat menghadapi tim senegaranya Fiorentina pada putaran selanjutnya, di mana La Viola menang 3-1 atas tuan rumah Esbjerg di Denmark. Bagaimanapun, Lazio menghadapi tugas berat setelah kalah 0-1 di kandang sendiri dari klub Bulgaria Ludogorets, dan Ajax menatap pintu keluar setelah kalah 0-3 dari tamunya Salzburg. Juara 2011 FC Porto menyia-nyiakan keunggulan dua gol untuk diimbangi 2-2 oleh tamunya Eintracht Frankfurt, sedangkan runner up musim lalu Benfica - yang berpotensi berhadapan dengan Tottenham di putaran 16 besar - menang 1-0 atas PAOK di Yunani. Lyon pulang dengan membawa hasil imbang tanpa gol dari lawatannya ke markas Chornomorets Odessa di Ukraina, namun kekerasan di ibukota Ukraina membuat pertandingan Dynamo Kiev melawan Valencia harus dipindahkan ke Nicosia di Siprus, di mana tim Spanyol itu menang 2-0 melalui gol-gol larut dari Eduardo Vargas dan Sofiane Feghouli. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
