Logo Header Antaranews Sumbar

Pembersihan Abu Vulkanik Candi Prambanan 2-3 Bulan

Jumat, 21 Februari 2014 08:58 WIB
Image Print

Yogyakarta, (Antara) - Kegiatan pembersihan abu vulkanik Gunung Kelud pada bangunan Candi Prambanan diperkirakan memerlukan waktu 2-3 bulan karena dilakukan secara manual, kata Kepala Kelompok Perlindungan Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta, Muhammad Taufik. Di sela-sela memimpin kegiatan pembersihan pelataran dan bangunan Candi Prambanan dari abu vulkanik, Kamis, ia mengatakan diperlukan waktu lama karena proses pembersihan hingga ke detail lekuk bangunan candi dilakukan secara manual. "Untuk kegiatan pembersihan abu vulkanik pelataran candi memang bisa lebih cepat, namun untuk bangunan candi yang perlu waktu lama," katanya. Ia mengatakan, pihaknya dalam membersihkan abu vulkanik Gunung Kelud tersebut melibatkan 180 orang berasal dari petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY dan Taman Wisata Candi Prambanan Yogyakarta. "Proses pembersihan pelataran candi dianggap mudah namun untuk bangunan candi yang memerlukan waktu lama karena tingkat kesulitannya cukup tinggi," katanya. Menurut dia, pembersihan batuan candi dimaksudkan agar abu vulkanik tidak merusak batuan candi apalagi jika abu vulkanik tersebut memiliki tingkat keasaman tinggi. "Kami sebelumnya memastikan PH air normal dengan melakukan penelitian di laboratorium Candi Borobudur, dan hasilnya PH nya 7, namun jika angkanya di bawah itu maka kadar asamnya lebih pekat dan itu membahayakan batuan candi," katanya. Ia mengatakan batuan candi dengan keasaman pekat dalam waktu lama akan membuat batuan candi terkena korosi dan akhirnya menjadi lapuk. Abu vuaknik Gunung Kelud juga mengandung silica dan belerang serta unsur-unsur kimia lainnya. "Jika pelataran Candi Prambanan selesai dibersihkan maka pengunjung bisa masuk ke kawasan itu, meskipun belum diperbolehkan naik ke bangunan candi," kata Muhammad Taufik. Sementara itu, pihak pengelola Taman Wisata Candi Prambanan Yogyakarta, sejak Rabu (19/2) membuka kembali taman wisata tersebut untuk kunjungan wisatawan dengan akses terbatas, setelah ditutup sementara pada 14 Februari pascahujan abu vulkanik Gunung Kelud. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026