Logo Header Antaranews Sumbar

Harga Minyak Mentah Ditutup Bervariasi

Selasa, 16 Oktober 2012 07:25 WIB
Image Print

New York, (ANTARA/AFP) - Harga minyak mentah dunia ditutup bervariasi pada Senin (Selasa pagi WIB), karena investor menimbang data AS yang lemah terhadap kekhawatiran pasokan didorong oleh ketegangan Timur Tengah atas Iran dan konflik Suriah. Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman November, ditutup pada dasarnya datar, karena investor terpecah antara laporan penjualan ritel AS positif dan data mengecewakan pada persediaan manufaktur dan bisnis. Kontrak acuan West Texas Intermediate (WTI) atau light sweet turun tipis satu sen dari penutupan Jumat menjadi 91,85 dolar AS per barel. Kontrak tersebut menghabiskan sebagian besar hari di merah, tenggelam serendah 89,79 dolar AS, sebelum pulih pada akhir sesi perdagangan setelah saham Wall Street naik, Robert Yawgern di Mizuho Securities mengatakan. Dalam perdagangan di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November naik 1,18 dolar AS menjadi menetap di 115,80 dolar AS per barel. Kedua kontrak, Brent dan WTI telah memulai perdagangan hari ini dengan kenaikan, setelah China merilis angka perdagangan lebih baik dari perkiraan pada Sabtu, kata Fawad Razaqzada di GFT. Data AS bervariasi, dengan penjualan ritel menunjukkan lebih baik dari perkiraan, naik 1,1 persen untuk September dan indeks manufaktur Federal Reserve New York dan persediaan bisnis Departemen Perdagangan untuk Agustus, keduanya gagal memenuhi harapan. "Akibatnya, kedua kontrak berbalik lebih rendah pada sore hari, meskipun Brent berhasil berubah kembali positif karena London berakhir," kata Razaqzada. Di China, konsumen energi terbesar dunia, impor minyak melompat sembilan persen pada September dari Agustus, tetapi tetap jauh di bawah tingkat setengah pertama tahun, para ahli Commerzbank mencatat. Ketegangan di kawasan kaya minyak Timur Tengah terus mendukung harga minyak. Uni Eropa pada Senin memperketat sanksi keuangan dan perdaganganterhadap Iran yang bertujuan memaksa terobosan dalam pembicaraan yang terhenti tentang program nuklir Teheran yang diperdebatkan. Uni Eropa melarang impor gas Iran, sikap simbolis karenajumlahnya terlibat kecil. Langkah ini mengikuti larangan Juli pada impor minyak dari Iran. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026