Logo Header Antaranews Sumbar

Brahimi: Rusia-AS Suarakan Dukungan pada Perundingan Jenewa

Jumat, 14 Februari 2014 09:46 WIB
Image Print

Jenewa, (Antara/SANA-0ANA) - Pertemuan konsultasi segitiga antara perwakilan Rusia, Amerika Serikat dan utusan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Suriah diadakan di Jenewa pada Kamis . Delegasi SANA melaporkan bahwa pertemuan diadakan di Jenewa Kamis antara Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov, Wakil Menlu AS untuk Urusan Politik Wendy Sherman dan utusan PBB untuk Suriah Lakhdar Brahimi. Utusan PBB, Lakhdar Brahimi mengatakan dalam sebuah konferensi pers setelah pertemuan bahwa pertemuan setigita itu membuahkan hasil, dan menambahkan bahwa Rusia dan AS telah menyuarakan dukungan untuk pembicaraan Jenewa dan berjanji bahwa mereka akan membantu dan kemajuan harus dibuat. "Mereka telah menyempatkan menegaskan kembali dukungan mereka untuk apa yang kita coba lakukan dan berjanji bahwa mereka akan membantu baik di sini maupun di ibu kota dan tempat-tempat lain untuk membuka blokir situasi bagi kami, karena sampai sekarang kami tidak membuat banyak kemajuan dalam proses ini," kata utusan PBB. Dia mengumumkan ia akan mengunjungi New York untuk segera menyampaikan laporan kepada Sekretaris Jenewa PBB dan Dewan Keamanan PBB mengenai pembicaraan Jenewa. Brahimi mengatakan, dia tidak berpikir Rusia keberatan membahas kontraterorisme dan pemerintahan transisi secara paralel. "Tetapi isu-isu kekerasan, terorisme atau badan transisi tidak akan bisa diselesaikan pekan ini atau pekan setelahnya. Intinya adalah untuk menempatkan isu-isu yang sangat rumit di atas meja perundingan." Ditanya apakah telah ada pembicaraan tentang langkah-langkah membangun kepercayaan baru, Brahimi mengatakan "Kami telah berhenti singkat untuk melakukan hal sejauh itu, tetapi kami ingin lakukan secara positif," mengekspresikan kepuasan atas "hal-hal positif yang dilakukan" di Homs meskipun ada rintangan. "Kami ingin melihat apa yang terjadi di Homs diulang di tempat lain", kata Brahimi. "Kegagalan selalu menatap wajah kita. Sejauh ini PBB prihatin bahwa kita tidak akan meninggalkan satu langkahpun jika ada kemungkinan untuk bergerak maju," tambahnya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026