
PBSI Bidik Medali dari Tunggal/Ganda Putra

Jakarta, (Antara) - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) membidik medali dari nomor tunggal dan ganda putra pada Asia Junior Championship (AJC) 2014 di Taiwan, 16-23 Februari. Manajer tim AJC Lius Pongoh di Jakarta, Rabu mengatakan, peluang dinomor tunggal dan ganda putra cukup besar. Untuk itu, pihaknya berharap pemain yang diberangkatkan bisa memanfaatkan peluang yang ada. "Saya rasa di dua nomor ini bisa meraih medali. Untuk nomor beregu minimal harus menyamai hasil tahun lalu yaitu masuk semifinal," katanya di sela pelepasan tim di Pelatnas Cipayung Jakarta. Menurut dia, untuk tunggal putra, pemain yang akan menjadi motor untuk meraih medali adalah Jonatan Christie. Selain itu ada nama lain seperti Muhammad Bayu Pangisthu, Anthony Sinisuka Ginting dan Eska Rifan Jaya. Sedangkan ganda putra akan mengandalkan pasangan Muhammad Rian Ardianto/Clinton Hendrik Kadasuma, Althof Baariq/Reinard Dhanriano dan Yantoni Edy Saputra/Tedi Supriadi. Selain tunggal dan ganda putra, Indonesia juga mengirimkan atlet putri. Untuk tunggal akan mengandalkan Ruselli Hartawan, Gregoria Mariska, Fitriani dan Vehrenica Debora Rumate. Untuk ganda mengirimkan Ninak Puji Lestari/Rika Rositawati dan Jauza Fadhilla Sugiarto/Apriani Rahayu. Sedangkan ganda campuran menurunkan Rafiddas Akhdan/Nisak Puji, Muhammad Rian/Zakia Ulfa, Tedi Supriadi/Apriani dan Reinard Dhanriano/Rika Rositawati. "Di kejuaraan ini selain nomor perorangan juga dipertandingkan nomor beregu campuran dengan format Piala Sudirman," kata Lius Pongoh menambahkan. Keinginan untuk memberikan yang terbaik disampaikan langsung oleh tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie. Atlet berusia 17 tahun ini bertekad membayar kepercayaan dari PP PBSI dengan kemenangan. "Target masuk semifinal (beregu) adalah motivasi. Memang lawan kuat seperti China dan Korea. Tapi kita harus berusaha. Kita mau lebih. Syukur-syukur menjadi juara," katanya. Sementara itu, Sekjen PP PBSI Anton Subowo mengatakan, dikirimnya atlet ke AJC salah satu tujuannya memberikan kesempatan pada atlet berpotensi untuk mendapatkan pengalaman agar nantinya bisa menjadi tongkat estafet dengan pemain senior. "Pemain potensi harus diberikan kesempatan. Masalah menang dan kalah itu proses. Kami ingin semua pemain yang diberangkatkan bisa memberikan yang terbaik," katanya di sela pelepasan atlet di Pelatnas Cipayung Jakarta. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
