
Hajriyanto Golkar Susun Kode Etik Bagi Caleg

Jakarta, (Antara) - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari mengatakan partainya telah menyusun kode etik sebagai pedoman bagi para calon legislatif yang akan bersaing pada pemilu legislatif 2014. "Partai Golkar telah mengambil prakarsa yang sangat maju sebagai partai moderen dengan menyusun dan menetapkan kode etik sebagai 'code of conduct' bagi para caleg dalam berkampanye dalam Pemilu 2014," kata Ketua DPP PG Hajriyanto Y Thohari di Jakarta, Minggu. Menurut Hajriyanto, Kode etik Caleg ini diyakini merupakan keniscayaan dalam pemilihan umum yang menggunakan sistem suara terbanyak seperti sekarang ini. Dalam pemilu dengan sistem suara terbanyak seperti yang berjalan sekarang ini, tambahnya, maka kompetisi antarcaleg bukan hanya terjadi antarcaleg yang berbeda parpol, melainkan juga internal parpol. "Tak jarang kompetisi dalam kampanye untuk meraih suara sebanyak-banyaknya bagi dirinya tersebut akan berlangsung sangat ketat, dan kadang keras dan kejam," kata Hajriyanto yang juga Wakil Ketua MPR.. Kode etik ini harus dipatuhi para caleg dalam kampanye yang tidak jarang menjadi ajang persaingan memperebutkan suara terutama antarcaleg PG. Hajriyanto menegaskan, kode etik ini diharapkan bisa menuntun para caleg agar bersaing secara lebih sehat, beradab, dan ksatria sebagaimana layaknya politisi sejati. "Kode etik ini juga akan mengatur etika kampanye, pembagian wilayah kampanye, pertanggungjawaban tim sukses, larangan melakukan kampanye hitam, dan lain-lainnya, yang intinya agar persaingan antarcaleg dapat berlangsung secara sehat dan beradab," katanya. Hajriyanto menjelaskan dalam konteks dan perspektif ini maka Partai Golkar di semua tingkatan telah membentuk Badan Kehormatan di tingkat DPP dan Tim Kehormatan Partai di tingkat DPD. Dewan dan Tim Kehormatan ini tambahnya, bertugas menegakkan kode etik caleg tersebut di atas. Kode etik tersebut harus dipatuhi oleh para caleg di semua tingkatan. "Partai politik tidak boleh berdiam saja membiarkan persaingan politik berlangsung seperti di layaknya persaingan di rimba hutan. Nah, PG telah memelopori membentuk infrastruktur penegakan kode etik caleg tersebut dengan baik sebagai langkah maju menuju partai politik yang moderen yang menjunjung tinggi suopremasi hukum dan etika," kata Hajriyanto. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
