
Debat Publik Konvensi Rakyat Ketiga Dibuka

Balikpapan, (Antara) - Debat publik Konvensi Rakyat putaran ketiga dibuka secara resmi oleh Solahuddin Wahid selaku ketua konvensi dengan mengusung tema birokrasi pemerintah dan kondisi yang ada serta rencana perbaikannya di Gedung Olahraga Dome, Balik Papan, Minggu. Dalam pidato pembukaannya, Solahuddin menegaskan, putaran ketiga dari konvensi rakyat ini, peserta calon presiden ditantang untuk menyampaikan visi misi mereka dalam menjawab tantangan berupa keadaan yang ada dalam birokrasi pemerintah sekarang ini. Ide tersebut perlu dituangkan dalam debat publik ini agar rakyat yang hadir bisa melihat sejauh mana dari tujuh kandidat yang ikut bisa memberikan sumbangsih pendapat mereka dalam menghadapi tantangan serta solusi dari keadaan yang ada, ujarnya. Dari setiap putaran debat publik, panitia Konvensi Rakyat yang bekerja sama dengan Lembaga Survei Indonesia akan bisa melihat kapasitas dan kemampuan dari bakal calon presiden Konvensi Rakyat ini dalam menjawab masalah yang ada serta sumbangsih mereka dalam memberikan solusi terbaik terhadap masalah tersebut. Menurutnya, ada tiga debat publik lagi yang harus dilakukan oleh panitia dalam menjaring dan mengetahui kemampuan masing masing peserta calon presiden dan karena itu panitia melibatkan rakyat untuk mengajukan pertanyaan kepada peserta calon presiden agar masyarakat luas bisa mengetahui kapasitas dan kemampuan dari peserta tersebut. Inilah yang membedakan Konvensi Rakyat ini dengan konvensi yang diadakan oleh partai politik lainnya, tegasnya dan menambahkan bahwa konvensi rakyat betul betul melibatkan masyarakat luas untuk bisa terlibat bertanya kepada peserta calon presiden. Pada konvensi yang diadakan oleh partai politik jelas rakyat umum tidak bisa bertanya selama debat publik kecuali kepada kalangan kader mereka saja. Kebanyakan acara konvensi, kader partai yang lebih dominan hadir. "Akan tetapi di Konvensi Rakyat ini, yang hadir tidak ada yang dari partai. Semuanya memang betul betul rakyat yang terdiri akademisi dan masyarakat umum serta mahasiswa," ujarnya. Selanjutnya ia menegaskan bahwa masyarakat luas sekarang ini sudah bosan melihat calon presiden yang diusung oleh partai politik. Banyak dari kinerja mereka yang diketahui oleh masyarakat luas dalam kaitan dengan kondisi yang ada. Kalau figure yang diusung oleh partai politik kebetulan bersih dan baik, tapi partainya yang bermasalah karena terkait dengan isu korupsi dan sebagainya. Kalau tidak, mungkin calonnya yang bermasalah. Jadi inilah yang membuat rakyat ingin mencari calon lain di luar partai. Karena adanya aspirasi rakyat seperti inilah makanya konvensi rakyat ini sangat disenangi oleh masyarakat luas yang ingin mencari figur baru yang bersih dan belum terkoptasi atau terpolusi dengan kepentingan politik, tegasnya. Sementara, Prof Dr Sofjan Siregar yang merupakan calon capres Konvensi Rakyat sehubungan dengan putaran ketiga debat publik Konvensi Rakyat ini mengatakan bahwa antusiasme dari masyarakat di Balikpapan ini sangat tinggi terhadap konvensi ini. Ini dapat terlihat dari jumlah masyarakat yang hadir dalam konvensi serta pertanyaan yang diajukan selama debat publik ini, ujar Sofjan yang juga Rektor Universitas Islam Eropa di Rotterdam. Tema yang berbeda diusung oleh konvensi rakyat juga sangat menarik untuk diikuti terus, sehingga rakyat menjadi tahu kapasitas dan kemampuan dari calon capres Konvensi Rakyat ini, katanya menegaskan seraya menambahkan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh panitia konvensi rakyat untuk menampilkan figur lain di luar partai politik sudah sangat baik. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
