Logo Header Antaranews Sumbar

PBB: Jumlah Warga Sipil Tewas di Afghanistan Naik

Sabtu, 8 Februari 2014 19:11 WIB
Image Print

Kabul, (Antara/AFP/Reuters) - Jumlah warga sipil yang meninggal dan luka-luka dalam perang di Afghanistan naik 14 persen tahun lalu, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa Sabtu, dengan jumlah kematian hampir mencapai rekor tahun 2011. Warga sipil yang meninggal dan luka-luka dalam baku tembak antara pasukan pemerintah dan gerilyawan pimpinan Taliban merupakan tren baru pada 2013, kata Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) dalam laporan tahunannya. UNAMA mencatat hal ini terkait pengurangan operasi darat dan udara oleh pasukan NATO pimpinan Amerika Serikat sementara pasukan itu akan mundur setelah berperang selama lebih satu dekade. Pasukan Afghanistan meningkatkan peran dalam pertempuran melawan Taliban karena koalisi mundur pada akhir tahun 2014. Sekitar 58.000 prajurit tempur pimpinan NATO yang masih di Afghanistan akan meninggalkan negeri itu pada akhir tahun ini. Laporan PBB itu menyuarakan keprihatinan yang diderita warga sipil akibat pemukulan, penjarahan dan bahkan eksekusi di tangan pasukan Afghanistan. PBB mengatakan ada kenaikan tajam dalam insiden-insiden yang dilakukan pasukan keamanan yang dikenal dengan nama Polisi Lokal Afghanistan (ALP), yang dibentuk tahun 2010 untuk beroperasi di kawasan-kawasan terpencil. Misi PBB itu mendokumentasikan insiden-insiden yang dilakukan personel ALP melanggar hak asasi manusia. Sebanyak 8.615 warga sipil tercatat sebagai korban tewas pada 2013 -- 2.959 terbunuh dan 5.656 cedera -- naik 14 persen dari angka tahun 2012. Kenaikan jumlah korban tewas, naik sampai tujuh persen dari angka 2012, dan luka-luka naik 17 persen, membalik penurunan yang tercatat tahun lalu. Jumlah kematian hampir sama dengan angka yang tercatat pada 2011 sebanyak 3.133. Konflik itu telah merenggut jiwa 14.064 warga sipil dalam lima tahun terakhir. UNAMA menyebut sebagian besar (74 persen) kematian warga sipil dan luka-luka adalah "unsur-unsur antipemerintah" yang dipimpin Taliban. Jumlah warga sipil yang tewas atau cedera dalam baku tembak selama pertempuran darat naik 43 persen pada 2012, dengan 534 meninggal dan 1.793 cedera. Jumlah korban di pihak warga sipil bertambah akibat senjata yang digunakan Taliban (IEDs), kata laporan itu. UNAMA mengatakan trend baru itu mencerminkan dinamika konflik yang berubah sementara NATO menyerahkan tugas keamanan kepada pihak Afghanistan. "Pengalihan kelima dan terakhir tanggung jawab keamanan dari pasukan militer internasional kepada pasukan keamanan Afghanistan mulai Juni 2013 dan menimbulkan jurang keamanan di sejumlah kawasan yang pasukan Afghanistan belum isi," demikian laporan itu. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026