Logo Header Antaranews Sumbar

Balas Dendam, Pelajar Tembak Mati Guru dan Polisi

Senin, 3 Februari 2014 20:11 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Moskow, (Antara/Reuters) - Seorang pelajar sekolah menengah di Moskow menembak mati seorang guru dan polisi serta menyandera lebih dari 20 pelajar lain di sebuah ruang kelas, dalam dugaan balas dendam, Senin. Peristiwa tersebut terjadi hanya beberapa hari sebelum Rusia menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin, yang dijaga ketat. Pelajar tersebut berhasil dilucuti senjatanya dan ditahan kurang dari dua jam setelah penembakan, menyusul negosiasi yang dibantu oleh ayahnya, demikian dilaporkan kantor berita Interfax. Menurut Interfax, kemungkinan pelajar tersebut ingin membalas dendam atas konflik yang terjadi dengan seorang guru. Peristiwa kekerasan semacam itu bisa menimbulkan ketakutan di saat para atlet dan penonton tiba untuk mengikuti Sochi Games dan negara tersebut berada dalam kewaspadaan tinggi menghadapi ancaman kekerasan dari kelompok militan. Media pemerintah cenderung melaporkan serangan sekolah tersebut sebagai fenomena Amerika Serikat yang jarang terjadi di Rusia. Meski demikian, kelompok militan separatis pada 2004 menyandera sebuah sekolah di kota Beslan di Kaukasus Utara. Lebih dari 330 orang, sebagian besar anak-anak tewas. Jurubicara Komite Penyelidikan Vladimir Markin mengatakan pelajar tersebut kemungkinan mengalami "masalah emosional" saat ia memasuki sekolah di kawasan utara Moskow itu dengan dua senapan milik ayahnya serta beberapa kali menembak seorang guru geografi. "Kami berada di tangga saat mendengar orang di luar berteriak kepada petugas polisi untuk membuka pintu, kemudian kami mendengar suara tembakan," kata Ivan Fodokin (17), seorang pelajar Sekolah Nomor 263. Peristiwa penembakan di siang bolong itu menyebabkan puluhan siswa bergegas menuju ke jalanan dengan suhu dibawah nol derajat sementara sebuah helikopter polisi mendarat di lapangan yang diselimuti salju. Setidaknya enam ambulan bergerak menuju lokasi. Tersangka menembakkan salah satu senapannya ke arah petugas yang berusaha mencegahnya masuk ke sekolah dan kemudian menuju ruang kelas yang berisi siswa kelas 10, kata Komite Penyelidikan. "Di tengah jalan, penembak melukai seorang guru yang kemudian tewas," katanya. Petugas keamanan berhasil menekan tombol alarm sehingga polisi segera datang ke sekolah itu. "Saat polisi masuk, pelaku menembak ke arah mereka sehingga seorang petugas cidera dan satu lagi tewas." Pelaku memiliki dua senapan, keduanya terdaftar atas nama ayahnya, dan menembakkan setidaknya 11 kali tembakan, kata Markin seperti dikutip kantor berita RIA. "Pelaku yang menyandera 20 orang dan seorang guru merupakan pelajar tingkat atas di sekolah itu. Dia sudah ditenangkan dan semua pelajar sudah dilepaskan," kata jurubicara Kementerian Dalam Negeri Andrei Pilipchuk kepada stasiun TV pemerintah. "Seorang polisi terluka parah saat operasi dan meninggal di rumah sakit, serta seorang guru di Sekolah Nomor 263 juga tewas," katanya. Polisi belum memberikan identifikasi pelaku maupun para korbannya. Dalam beberapa tahun terakhir terjadi sejumlah kasus penembakan di tempat kerja dan tempat-tempat publik di Rusia, namun belum pernah terdengar kasus penembakan di sekolah. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026