
Korban Tewas Bentrokan di Filipina Selatan Jadi 41

Cotabato, Filipina, (Antara/Xinhua-0ANA) - Jumlah korban tewas selama bentrokan antara pasukan pemerintah dan kelompok gerilyawan Pejuang Pembebasan Islam Bangsamoro (BIFF) meningkat menjadi 41 orang. Kolonel Dickson Hermoso, juru bicara Divisi Infanteri ke -6 Angkatan Darat Filipina, Rabu, mengatakan tujuh orang lainnya terluka setelah empat hari bentrokan sporadis di kota Datu Piang, Provinsi Maguindanao. Hermoso mengatakan, tiga anggota BIFF telah dikonfirmasi tewas, sehingga jumlah pemberontak yang tewas menjadi 40. Setidaknya 12 pemberontak tewas telah diidentifikasi. Pihak pemerintah mencatat satu kematian. Jumlah korban jiwa di pihak BIFF bisa naik karena warga sipil memberitahu tentara bahwa para pemberontak menderita korban berat setelah serangan yang diluncurkan oleh pasukan keamanan pemerintah terhadap pemberontak. "Ada pertempuran sejak tadi malam di desa Ganta, tetapi telah teratasi. Ini tidak akan meningkat. Hanya satu batalion tentara terlibat langsung dalam operasi itu," kata Hermoso . Seperti klaim yang dibuat oleh Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), kamp mereka terkena artileri militer, kata juru bicara militer, yang meminta kelompok pemberontak untuk membersihkan jajaran mereka sehingga mereka tidak akan ditargetkan. Hermoso mengatakan militer bekerja sama dengan MILF (Front Pembebasan Islam Moro)untuk mencegah salah sasaran. Setelah serangkaian ofensif udara dan darat sejak Senin, Hermoso mengatakan para pemberontak terpecah-pecah menjadi kelompok-kelompok kecil dan telah terpaksa menanam bom rakitan. "Kami telah menemukan dan menjinakkan bom yang mereka tanam. Korban terakhir adalah seorang gadis delapan tahun dan seorang wanita hamil yang terkena ketika BIFF meledakkan bom di pasar umum Datu Piang pada Selasa," katanya. BIFF, yang memisahkan diri dari MILF, telah melakukan banyak serangan mematikan dalam beberapa tahun terakhir dalam upaya untuk menggagalkan perundingan damai antara MILF dengan pemerintah Filipina. Pada 25 Januari, pemerintah Filipina dan MILF menyelesaikan Persetujuan Kerangka Kerja mengenai Bangsamoro dengan penandatanganan Normalisasi Lampiran, yang menyerukan para anggota MILF untuk menyerahkan senjata mereka. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
