
Dolar Bervariasi di Asia Jelang Pertemuan FED

Tokyo, (Antara/AFP) - Kurs dolar bervariasi di perdagangan Asia pada Selasa menjelang pertemuan Federal Reserve AS, dengan spekulasi berkembang bahwa pembuat kebijakan akan terus mengurangi program stimulus bank. Dalam perdagangan sore, dolar dibeli 102,68 yen, dibandingkan dengan 102,56 yen di New York, dan juga naik dari terendah tujuh minggu 101,77 yen yang tersentuh di Tokyo pada Senin pagi. Euro naik menjadi 140,32 yen dari 140,21 yen dan 1,3677 dolar terhadap 1,3670 dolar, setelah indeks yang diawasi ketat pada Senin menunjukkan kepercayaan bisnis Jerman melonjak pada Desember. Pasar ekuitas dan valas global berada dalam kekacauan sejak akhir pekan lalu, setelah penurunan tajam peso Argentina memicu kekhawatiran baru tentang ekonomi negara-negara berkembang. Aksi jual di Buenos Aires terjadi setelah data menunjukkanaktivitas manufaktur di China -- pendorong utama pertumbuhan global -- telah kontraksi pada Januari. Meningkatnya pesimisme mengirim investor untuk mencari investasi lebih aman, aset-aset dengan imbal hasil rendah, terutama yen Jepang, yang dianggap tempat yang aman (safe haven) di masa ketidakpastian ekonomi. "Pasar tetap gelisah dan bersikap agak berhati-hati karena fokustetap pada kerja keras negara-negara berkembang ... risiko intensifikasi ketegangan pasar menunjukkan bahwa setiap penurunan yen akan terbatas dalam jangka pendek," kata Credit Agricole. "Pertarungan saat ini dari tekanan mungkin belum teratasi namun masih ada beberapa cara untuk pergi sebelum ketegangan pasar berkurang," tambahnya. The Fed pada Rabu akan mengakhiri sebuah pertemuan dua hari dan investor akan mencari petunjuk untuk melihat apakah bank mengumumkan pemotongan lebih lanjut untuk stimulusnya, yang bisa memicukekhawatiran pelarian modal dari pasar negara berkembang karena para investor mencari investasi yang lebih aman. Bank sentral AS pada bulan lalu mengatakan akan mengurangi pembelian obligasinya sebesar 10 miliar dolar AS per bulan mulai Januari menjadi 75 miliar dolar AS, mengutip peningkatan di ekonomi terbesar dunia itu. Dow Jones Newswires pada Senin (27/1) melaporkan bahwa bank sentral di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia dan Thailand, tampaknya telah melangkah ke pasar valas untuk mendukung mata uang mereka, meskipun tidak mengkonfirmasi langkah tersebut. Pada Selasa sore, dolar bervariasi terhadap mata uang Asia-Pasifik. Dolar naik tipis menjadi 12.265 rupiah Indonesia dari 12.240 rupiah pada Senin, menjadi 63,03 rupee India dari 62,72 rupee, dan menjadi 30,38 dolar Taiwan dari 30,33 dolar Taiwan. Greenback merosot menjadi 45,29 peso Filipina dari 45,42 peso, menjadi 1.078,25 won Korea Selatan dari 1.083,70 won, dan menjadi 1,2744 dolar Singapura dari 1,2764 dolar Singapura, sementara hampir datar pada 32,90 baht Thailand terhadap 32,91 baht. Dolar Australia menguat menjadi 87,86 sen AS dari 87,24 sen AS, sedangkan yuan China diambil 16,95 yen terhadap 16,94 yen. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
