
Dahlan Ragukan Kemampuan Dirut Merpati

Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengisyaratkan bahwa dirinya masih meragukan kemampuan direksi PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) untuk menyelesaikan masalah secara keseluruhan. "Menyelesaikan masalah Merpati memang sulit. Tapi lebih sulit lagi mencari Dirut yang mampu menyelesaikan persoalan perusahaan itu," kata Dahlan, usai acara pertemuan dengan Australian Broadcasting Corporation (ABC), Australia, di Jakarta, Selasa. Menurut Dahlan, saat ini Merpati terlilit utang hingga sekitar Rp6,7 triliun sehingga membuat perusahaan sulit untuk bangkit dan berkembang. Untuk itulah dalam kondisi seperti sekarang ini, Dahlan meragukan kemampuan direksi Merpati yang dikomandoi Dirut Merpati Asep Ekanugraha untuk dapat menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi perseroan. Meski begitu, Dahlan pun tidak menyebutkan kinerja Asep dan direksi lainnya yang baru menjabat sebagai orang nomor satu di Merpati sejak 31 Juli 2013 atau genap sekitar 6 bulan. "Sebelum mereka menjabat, saya sudah menanyakan kepada lima calon direksi ketika itu, apakah mau dan mereka siap. Tapi dia (Asep) bilang bisa," ujar Dahlan. Padahal pemegang saham menginginkan pemimpin perusahaan penerbangan pelat merah tersebut tidak berorientasi terhadap uang, melainkan memiliki ide segar dan jalan keluar yang bisa membangkitkan Merpati dari keterpurukan. Bahkan belakangan ketika belum terlihat titik terang penanganan Merpati, Dahlan bahkan mengaku sempat ingin mengganti jajaran direksi Asep dan kawan-kawan, karena dinilai lamban dalam menerapkan "business plan". "Sudah ada calon yang lolos fit and proper test. Jadi sesungguhnya sempat terpikirkan (ganti direksi) ketika mereka lambat dalam mendirikan anak usaha. Tapi tidak jadi, kita lihat saja dan beri kesempatan," ujar Dahlan. Menurut catatan, Merpati kini fokus pada pembentukan anak usaha untuk kemudian bermitra dengan dua perusahaan swasta lokal dengan pola Kerja Sama Operasional (KSO). Selain itu, Kementerian BUMN juga menyetujui opsi pelepasan anak usaha Merpati, yaitu PT Merpati Maintenance Facilities (MMF) dan Merpati Training Center (MTC) kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk kemudian mencari peminat yang bersedia menjadi investor. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
