
Pertamina Hemat Premium-Solar 10-13 Persen

Jakarta, (ANTARA) - PT Pertamina Persero mengklaim berhasil menghemat rata-rata sebesar 13 persen untuk solar dan 10 persen untuk premium per 23 November 2012, setelah dilakukannya pengendalian dengan kitir 19 November 2012. Adapun rata-rata penyaluran harian untuk premium oleh Pertamina adalah sebanyak 80.000 KL dan solar sebanyak 42.900 KL. Untuk diketahui, pengitiran yang dilakukan Pertamina dengan pemotongan jatah harian di seluruh SPBU dan penyalur lainnya yang bervariasi tingkat persentasenya antara 1 persen hingga 35 persen, kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Jakarta, Senin. Hanung memaparkan, selama dilakukannya pengitiran dalam pekan terakhir terjadi fenomena antrean panjang di SPBU di berbagai daerah, seperti Batam, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Palembang, Tanjung Pinang, Lampung, Tarakan, Palangkaraya, Pontianak, Kuala Kutai, Purwakarta, Masalembu, Surabaya, Sidoarjo, Atambua, Flores serta Kupang. "Sebenarnya Pertamina telah menyiapkan BBM non subsidi di semua wilayah di Indonesia, sebagai alternatif bagi masyarakat," kata Hanung dalam konferensi pers di kantor pusat Pertamina. Menurut Hanung, antrean terus menerus yang terjadi karena masyarakat tetap ingin membeli BBM bersubsidi. Hal ini juga menunjukkan masyarakat sepenuhnya belum siap membeli harga keekonomian apabila pada saat yang bersamaan masih ada BBM bersubsidi. "Di beberapa daerah, antrean panjang telah menimbulkan ketegangan. Potensi antrean yang terjadi di daerah-daerah lain dan dapat berpotensi menciptakan konflik horizontal, seperti yang terjadi di Kutai Barat," paparnya. Untuk itu, Hanung melanjutkan, Pertamina ikut menjaga stabilitas keamanan nasional. Pertamina telah menyalurkan BBM bersubsidi secara normal sambil menunggu arahan dari pemerintah pada 25 November 2012. "Sampai dengan 24 November 2012, realisasi penyaluran premium mencapai 25,2 juta KL dan solar sebanyak 12,9 juta KL," tuturnya. Ia menambahkan, dengan normalisasi penyaluran BBM bersubsidi tersebut, diperkirakan kuota BBM bersubsidi akan terlampaui masing-masing sekitar 450.000 KL premium dan 800.000 KL solar. "Pada dasarnya, Pertamina selalu mengikuti penugasan dan arahan dari pemerintah dalam hal ini penyaluran BBM bersubsidi sehingga Pertamina selalu berkonsultasi dengan pemerintah dan BPH Migas," ucapnya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
