
Korsel Bayar Hampir Sembilan Ratus Juta Dollar bagi Kehadiran Pasukan AS

Seoul, (Antara/AFP) - Korea Selatan, Ahad mengatakan pihaknya setuju membayar sekitar 866,6 juta dolar AS tahun ini untuk mempertahankan pasukan Amerika Serikat di negaranya guna membantu menghadapi ancaman-ancaman dari Korea Utara. Kementerian luar negeri Seoul, setelah berunding selama beberapa bulan dengan Washington, mengonfirmasikan sumbangan tahun ini 20 miliar won (866,6 juta dolar AS), naik 5,8 persen dari tahun lalu. Kedua negara sepakat mengenai peningkatan tahunan maksimum empat persen sampai tahun 2018, kata juru bicara kementerian itu Cho Tai-Young kepada wartawan. Korsel dan AS sejak tahun 1991 sepakat bagi pembiayaan bersama penempatan serdadu AS, kini berjumlah sekitar 28.500 personil -- warisan dari Perang Korea tahun 1950-1953. Perjanjian terbaru itu -- kesembilan sejak tahun 1991-- harus disetujui parlemen Seoul. "Kami berusaha mencapai satu hasil yang layak untuk membujuk rakyat Korsel dan parlemen kami sementara memperhatikan beban keuangan kami serta kondisi-kondisi bagi kestabilan tuan rumah pasukan AS itu," kata Cho. Perjanjian itu dicapai saat Korsel bersiap-siap bagi kemungkinan provokasi militer Korut yang komunis itu setelah pengeksekusian paman pemimpin Korut Kim Jong-In. Kim bulan lalu melakukan tindakan penyingkiran terhadap Jang Song-Thaek atas tuduhan-tuduhan termasuk korupsi dan pengkhianatan dalam satu pergolakan politik terbesar sejak berkuasa dua tahun lalu. Menteri Pertahanan Seoul Kim Kwan-Jin serta para pengamat memperingatkan bahwa Korut yang memiliki senjata nuklir itu mungkin melakukan provokasi bersenjata awal tahun ini untuk memperkuat persatuan dalam negeri dan melakukan rapat untuk mendukung Kim. Korut selama puluhan tahun mengeritik kehadiran pasukan AS di Korsel, menyebut mereka satu hambatan besar untuk membangun perdamaian dengan Seoul. Pyongyang secara tetap menanggapi dengan marah pada pelatihan-pelatihan militer gabungan AS-Korsel yang secara reguler dilakukan dekat perbatasan kedua negara. Pada November 2010, dalam kasus paling menonjol, Korut menembaki satu pulau perbatasan, menewaskan empat warga Korsel dalam apa yang disebutnya satu protes terhadap pelatihan militer AS-Korsel yang dilakukan dekat daerah itu. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
