Logo Header Antaranews Sumbar

Kemenekraf siapkan workshop pengembangan sektor fashion di Padang Panjang

Kamis, 6 Agustus 2026 14:54 WIB
Image Print
Kemenekraf RI menunjuk Kota Padang Panjang sebagai lokasi pelaksanaan Program Workshop Pengembangan Sektor Fashion. (ANTARA/Isril Naidi)

Padang Panjang (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia menyiapkan Program Workshop Pengembangan Sektor Fashion di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan memperkuat daya saing industri kreatif subsektor fashion di daerah tersebut.

Sebagai tindak lanjut, tim Direktorat Fashion Kemenekraf yang dipimpin Maudy melakukan survei lapangan dan audiensi dengan Ketua Dekranasda Kota Padang Panjang, Maria Feronika Hendri, di Hotel Rang Kayo Basa, Kamis, guna memetakan potensi daerah sebelum pelaksanaan program.

Dalam pertemuan tersebut, Maria didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Padang Panjang Busmar Chandra serta Kepala Bidang Pariwisata Dessy Via Cardena yang membidangi pengembangan ekonomi kreatif.

Maria mengatakan penunjukan Padang Panjang sebagai lokasi pelaksanaan workshop menjadi peluang bagi para desainer dan pelaku usaha fashion lokal untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas akses pasar.

"Selama ini para desainer kita memiliki kreativitas yang baik, namun masih membutuhkan ruang belajar, pendampingan, dan penguatan kapasitas. Karena itu kami sangat mengapresiasi program dari Kemenekraf ini," katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menghasilkan karya-karya yang lebih berkualitas dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Menurut Maria, yang juga menjabat Ketua Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF) Sumatera Barat, subsektor fashion memiliki prospek besar untuk dikembangkan di Padang Panjang karena didukung kekayaan budaya Minangkabau, kerajinan lokal, serta kreativitas generasi muda.

"Industri fashion saat ini tidak hanya berbicara tentang busana, tetapi juga tentang kreativitas, inovasi, dan kemampuan membangun karakter sebuah produk," ujarnya.

Ia berharap workshop tidak hanya membahas aspek desain, tetapi juga peningkatan kualitas produk, penguatan merek, strategi pemasaran digital, hingga kemampuan membaca kebutuhan pasar.

Sementara itu, Maudy mengatakan survei dilakukan untuk melihat kesiapan pemerintah daerah, keberadaan komunitas kreatif, potensi pelaku usaha fashion, serta sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan program.

"Hasil survei nantinya akan menjadi bahan evaluasi Kemenekraf dalam menyusun konsep workshop agar sesuai dengan kebutuhan pelaku industri kreatif di daerah," katanya.

Menurut dia, pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan program yang tidak hanya bersifat pelatihan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pengembangan sektor fashion lokal.

Program Workshop Pengembangan Sektor Fashion diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas kreatif, akademisi, dan pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas karya, memperkuat identitas produk, serta mendorong pemanfaatan potensi budaya sebagai sumber nilai tambah ekonomi.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, subsektor fashion diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing produk kreatif Padang Panjang di pasar regional maupun nasional.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026