Logo Header Antaranews Sumbar

Mensos ajak warga jadikan Pancasila pedoman hidup sehari-hari

Senin, 1 Juni 2026 18:14 WIB
Image Print
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kedua kiri) bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena (kiri) meninjau proyek pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (31/5/2026). Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Merah Putih (SRMP) tersebut telah mencapai 75 persen dan dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan di wilayah itu. ANTARA FOTO/Mega Tokan/sgd/foc. (ANTARA FOTO/MEGA TOKAN)
Kupang (ANTARA) -

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengajak masyarakat agar menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar slogan.

"Saya berterima kasih diberi kesempatan untuk ikut dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026. Suasananya khidmat, masyarakat juga antusias mengikuti kegiatan ini. Tentu ini menjadi bagian penting bagi bangsa Indonesia," kata Mensos Saifullah Yusuf saat menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin.

Dalam kesempatan itu Mensos mengajak peserta upacara menyanyikan lagu Pancasila Rumah Kita karya Franky Sahilatua sebagai bentuk penguatan semangat kebangsaan dan persatuan.

Ende memiliki makna historis bagi bangsa Indonesia karena menjadi tempat Presiden Pertama RI Soekarno menjalani masa pengasingan pada tahun 1934-1938.

Di kota tersebut Bung Karno banyak melakukan perenungan yang kemudian melahirkan gagasan-gagasan dasar mengenai kebangsaan Indonesia yang menjadi fondasi Pancasila.

Usai upacara Mensos bersama Gubernur NTT, Bupati Ende, dan sejumlah pejabat meninjau Pohon Sukun di kawasan Taman Renungan Bung Karno, lokasi yang diyakini menjadi tempat Soekarno merenungkan nilai-nilai dasar yang kemudian dirumuskan menjadi Pancasila.

Rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila ditutup dengan tarian tradisional Gawi yang diikuti secara massal oleh sekitar 3.000 pelajar dan masyarakat Kabupaten Ende sebagai simbol persatuan dan kebersamaan.

Mensos menegaskan kekuatan bangsa Indonesia tidak terlepas dari nilai-nilai Pancasila yang terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Dengan Pancasila kita bisa sekarang menjadi sebuah bangsa yang kuat. Maka itu mari kita laksanakan sila-sila Pancasila itu dalam kehidupan sehari-hari. Ini tidak hanya sekadar jargon, ini memang pandangan hidup kita yang harus dilaksanakan dalam setiap aspek kehidupan," ujar Gus Ipul, sapaan Mensos Saifullah Yusuf.

Ia juga mengapresiasi semangat kolaborasi yang ditunjukkan pemerintah daerah di NTT dalam mendukung berbagai program strategis Presiden Prabowo Subianto.

"Saya melihat semangat dari gubernur, bupati, dan wali kota se-NTT. Semua punya tekad dan semangat kerja keras, memanfaatkan sumber daya yang ada, serta berkolaborasi untuk mewujudkan berbagai program, khususnya mendukung program strategis Bapak Presiden," ujar Gus Ipul.

Menurut dia, komitmen tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia, termasuk pelaksanaan Program Sekolah Rakyat dan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran melalui penguatan data tunggal nasional.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Di Ende, Mensos ajak warga jadikan Pancasila pedoman hidup sehari-hari



Pewarta:
Editor: Erie Syahrizal
COPYRIGHT © ANTARA 2026