Logo Header Antaranews Sumbar

Dolar Terus Menguat Setelah Pengurangan Stimulus FED

Jumat, 20 Desember 2013 06:30 WIB
Image Print

New York, (Antara/AFP) - Kurs dolar terus menguatterhadap mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat pagi WIB), sehari setelah Federal Reserve AS mengurangi program stimulusnya. Pada pukul 22.00 GMT (Jumat pukul 05.00 WIB), euro jatuh menjadi 1,3661 dolar dari 1,3680 dolar pada Rabu. Dolar sedikit lebih tinggi terhadap yen Jepang, diperdagangkan pada 104,22 yen dari 104,20 yen, sementara euro jatuh menjadi 142,41 yen dari 142,56 yen. Dolar juga naik terhadap pound Inggris dan franc Swiss. Dolar melanjutkan perjalanannya dari Rabu, ketika naik terhadap sebagian besar mata uang utama setelah The Fed mengatakan akan mengurangi pembelian aset bulanannya sebesar 10 miliar dolar AS menjadi 75 miliar dolar AS. "Dolar AS lebih kuat setelah Federal Reserve menyampaikan pergeseran kebijakannya yang lama ditunggu-tunggu pada pengumuman kemarin," kata Nick Bennenbroek, kepala strategi mata uang di Wells Fargo Securities. Meskipun bank sentral AS juga mengisyaratkan akan mempertahankan suku bunga acuan ultra-rendahnya untuk waktu yang lebih lama dari yang diumumkan sebelumnya, keputusan pengurangan stimulus itu kontras dengan kebijakan bank-bank sentral lainnhya yang menunjukkan tanda-tanda pengetatan dalam waktu dekat. "Yen tampaknya tidak berdiri di banyak peluang hari ini setelah The Fed mengurangi stimulusnya," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions. "Dengan hari-hari paling akomodatif Fed kemungkinan di kaca spion, otoritas Jepang tampaknya siap untuk meningkatkan stimulus pada tahun depan guna menjaga salah satu dari ekonomi terbesar dunia dari pelemahan." Demikian pula, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan "menggunakan peralatan moneter yang lebih dalam untuk menjaga perekonomian di jalan menuju pemulihan," kata Manimbo. Pound Inggris merosot menjadi 1,6371 dolar dari 1,6381 dolar pada Rabu. Dolar menguat menjadi 0,8979 franc Swiss dari 0,8938 franc. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026