
Dahlan: Dirut Pelindo II Jangan Menjadi "Rambo"

Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan menasihati Dirut PT Pelindo II RJ Lino agar dalam memimpin perusahaan tidak berlagak seperti sosok seorang "Rambo". "Saya sudah nasihati Pak Lino. Tidak boleh jadi Rambo, kan memang belum jadi Rambo," kata Dahlan, usai Rapat Pimpinan Kementerian BUMN di Gedung Nindya Karya, Jakarta, Kamis. Menurut Dahlan, dalam menakhodai Pelindo II, RJ Lino seharusnya bisa menjadi seorang Bapak. "Integritas penting, tetapi menjadi Bapak juga penting. Sosok yang sering tersenyum kepada anak buahnya. Ini lebih baik," ujar Dahlan. Meski begitu tambahnya, kalau dalam memimpin hanya menjadi sosok Bapak di perusahaan itu juga tidak baik. "Yang terbaik itu (gaya), jika menjadi seorang pimpinan itu ada unsur Bapak, tetap tegas dan berpikir maju. Jadi orang tegas seperti Pak Lino juga penting," ucap Dahlan. Menurut mantan Dirut PT PLN ini, menasihati petinggi BUMN agar bisa mengubah gaya kepemimpinan perusahaan sudah pernah dijalankan. "Saya ngobrol langsung dengan Pak Jonan (Ignasius Jonan, Dirut PT KAI), Dirut Pertamina Karen Agustiawan, Dirut Semen Gresik Dwi Sutjipto. Saya menyampaikan sisi-sisi kekurangan mereka dalam memimpin korporasi," ujarnya. Sebelumnya diberitakan, sebanyak 21 pejabat dan satu direktur Pelindo II mundur secara hampir bersamaan karena merasa tidak sejalan dan tidak bisa bekerja sama dengan Dirut Pelindo R J Lino yang dinilai sewenang-wenang. Kisruh tersebut bermula ketika Direktur Umum dan SDM Cipto Pramono, pada Senin (9/12) mengundurkan diri, yang lantas diikuti sejumlah pejabat setingkat senior manajer, manajer dan asisten manajer. Sebaliknya RJ Lino mengakui bahwa dirinya tidak cocok lagi bekerja dengan Cipto Pramono karena tidak bisa dipercaya dan telah melanggar integritas. "Intinya, saya tidak bisa bekerja dengan orang yang tidak saya percaya. 'Honour and trust' merupakan hal yang penting dalam kerja sama," tegas Lino. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
