
Gubernur Lampung: Pembatas TNWK solusi permanen atasi konflik satwa

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa pembangunan pembatas di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi solusi permanen guna mengatasi konflik satwa liar dengan masyarakat.
"Usulan untuk meminta bantuan kepada pemerintah pusat untuk membatasi antara area Taman Nasional Way Kambas dengan desa sekitarnya itu kami lakukan pada November 2025, karena konflik ini sudah terjadi cukup lama," ujar Rahmat Mirzani Djausal di Lampung Timur, Kamis.
Ia mengatakan, awalnya pemerintah daerah bersama berbagai pihak mengusulkan pembangunan pembatas hanya sepanjang 11 kilometer.
"Konflik antara manusia dengan satwa liar ini terus berkepanjangan, sehingga Presiden melihat kalau 11 kilometer tidak akan menyelesaikan masalah ini, akhirnya ditambah lagi panjang pembatasnya menjadi 138 kilometer," katanya.
Dia menjelaskan hal itu menjadi solusi permanen atas adanya konflik satwa liar dengan manusia di kawasan Taman Nasional Way Kambas.
"Iya ini jadi solusi permanen atas adanya konflik satwa liar dengan manusia di Taman Nasional Way Kambas. Dan kami sangat berterima kasih kepada Presiden yang memberikan perhatian bagi konservasi satwa dan kesejahteraan masyarakat di Lampung, khususnya di Taman Nasional Way Kambas di antara berbagai taman nasional lainnya," ucap dia.
Menurut dia, dengan dibangunnya pembatas itu, maka pertumbuhan ekonomi di desa penyangga yang sebelumnya sempat terhambat akan kembali tumbuh.
"Oleh karena itu penting juga dukungan dari masyarakat desa penyangga untuk memastikan konservasi satwa tetap terjaga," tambahnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Lampung: Pembatas TNWK solusi permanen atasi konflik satwa
TNWK pembatas gajah gubernur lampung
Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Erie Syahrizal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
