Logo Header Antaranews Sumbar

Libya Tolak Penggelaran Pasukan PBB

Selasa, 17 Desember 2013 13:26 WIB
Image Print

PBB, Amerika Serikat, (Antara/AFP) - Libya menolak satu rencana PBB untuk mengirim lebih dari 200 tentara ke negara yang kacau itu untuk mengawal staf PBB, kata para diplomat dan pejabat, Senin. Para pemimpin PBB menyambut baik dukungan dari Dewan Keamanan PBB bulan lalu untuk mengirim pasukan penjaga keamanan berkekuatan 235 personil karena adanya ancaman serangan meningkat terhadap missi PBB di Tripoli. Pemerintah pada awalnya menyetujui rencana itu tetapi kemudian berkeberatan karena itu adalah campur tangan pihak luas, kata para pejabat. Libya tidak stabil sejak jatuhnya diktator Muammar Gaddafi akhir tahun 2011. "Tidak mungkin usul itu kini dapat dilaksanakan," kata Duta Besar Inggris untuk PBB Mark Lyall Grant kepada wartawan, dan menambahkan sekretariat PBB harus mempertimbangkannya kembali. Ada sekitar 200 staf pada missi PBB di Libya (UNSMIL) "dan saat ini mereka tidak memiliki banyak petugas keamanan dan itu adalah sesuatu yang dewan harus pertimbangkan dengan serius dan kami menanti satu usul lebih jauh," kata Lyall Grant kepada wartawan. Inggris memainkan satu peran penting dalam urusan-urusan Libya di Dewan Keamanan PBB yang berangotakan 15 negara yang menyetujui satu pernyataan Senin yang menyatakan "sangat prihatin" atas situasi keamanan yang semakin buruk dan perpecahan politik di negara itu. Pernyataan itu mengatakan kerusuhan yang terjadi baru-baru ini mengancam "mengganggu transisi ke demokrasi" di Libya di mana telah terjadi kerusuhan yang serius di kota Benghazi, di mana para pemerotes memblokir terminal-terminal minyak di timur negara itu. Dewan Keamanan PBB mengutuk keras pembunuhan terhadap para pemerotes di Tripoli 15 November dan menekankan tentang "perlu segera memperkuat institusi-institusi militer dan polisi" untuk mengatasi aksi kekerasan itu. Dewan Keamanan PBB juga mengecam penyiksaan di pusat-pusat tahanan milisi "yang tidak sah" di mana ribuan orang kabarnya ditahan sejak Gaddafi disingkirkan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026