Logo Header Antaranews Sumbar

LBH Keadilan: Komisi Kejaksaan Tidak Berfungsi

Senin, 16 Desember 2013 17:57 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan berpendapat penangkapan Kepala Kejaksaan Negeri Praya Lombok Tengah M Subari oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat praktik suap merupakan bukti lemahnya pengawasan terhadap kejaksaan. "Komisi Kejaksaan sebagai lembaga pengawas tidak berfungsi dengan baik," kata Ketua Badan Pengurus LBH Keadilan Abdul Hamim Jauzie, dalam siaran persnya, Senin. Menurut Abdul Hamim, Komisi Kejaksaan bertugas melakukan pengawasan, pemantauan, dan penilaian terhadap sikap dan perilaku jaksa serta pegawai kejaksaan, baik di dalam maupun di luar kedinasan sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 18/2005 tentang Komisi Kejaksaan Pasal 10 ayat (1) huruf b. "LBH Keadilan berpendapat, jika Komisi Kejaksaan bekerja dengan baik tentu akan membuat jaksa-jaksa tidak berani untuk menerima suap," katanya. LBH Keadilan mendesak Komisi Kejaksaan memperbaiki kinerjanya, jika kinerjanya tetap buruk, sebaiknya lembaga tersebut dibubarkan agar tidak membuang-buang APBN. LBH Keadilan menyayangkan Komisi Kejaksaan yang hanya bisa berkomentar setelah Subari ditangkap KPK. Komisioner Komisi Kejaksaan Kamilov Sagala mengatakan, Subari sebagai aparat penegak hukum harus dihukum berat. M Subari ditangkap KPK saat berada di sebuah hotel bersama Lusita Ani Razak yang diduga sebagi pemberi suap (14/12). Tertangkapnya Subari oleh KPK menambah daftar panjang Jaksa yang ditangkap KPK. Pada Februari 2008, KPK menangkap Jaksa Urip Tri Gunawan yang diduga menerima suap sebesar Rp 6 miliar dari pengusaha Artalyta Suryani. Pada Februari 2011, KPK menangkap Dwi Seno Widjanarko, Jaksa pada Kejaksaan Negeri Tangerang. Widjonarko diduga memeras Agus Suharto, pegawai BRI Unit Juanda, Ciputat. Pada November 2011, KPK menangkap Sistoyo, Jaksa pada Kejaksaan Negeri Cibinong yang diduga menerima uang Rp 99,9 juta dari Terdakwa Edward dalam kasus pemalsuan surat terkait pembangunan Pasar Festival di Cisarua, Bogor. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026