
Mendag: 149 pasar terdampak bencana telah beroperasi kembali

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan sebagian besar pasar rakyat di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah beroperasi kembali.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan dari total 166 pasar rakyat yang terdampak bencana, sebanyak 149 pasar atau sekitar 90 persen telah pulih dan kembali beroperasi. Sementara itu, 17 pasar lainnya masih dalam proses percepatan rehabilitasi, yang mayoritas berada di Provinsi Aceh.
"Dari total 166 pasar rakyat dan 4.952 pedagang yang terdampak, sebagian besar atau sekitar 90 persen telah kembali beroperasi, sementara sisanya masih dalam proses percepatan pemulihan, mayoritas berada di Provinsi Aceh," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Pemulihan pasar rakyat dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat, kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan Kemendag adalah melalui aksi bersih pasar di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pada 30 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
Untuk mendukung kelangsungan usaha pedagang, kata Budi, Kemendag juga menyalurkan 100 unit tenda sebagai sarana sementara bagi pedagang agar tetap dapat berjualan selama pemulihan berlangsung.
Selain pasar rakyat, pemulihan aktivitas perdagangan juga terjadi pada sektor ritel modern. Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), dari total 274 gerai toko swalayan yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara sebanyak 259 gerai atau sekitar 95 persen telah kembali beroperasi normal.
"Ditargetkan seluruhnya dapat beroperasi paling lambat pada akhir Februari 2026," kata Mendag.
Kemendag juga memastikan kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok melalui koordinasi dengan ID FOOD, Bulog, serta pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan barang di pasar-pasar terdampak, khususnya di Aceh dan Sumatera Utara.
Dari sisi harga, pemerintah mencatat kondisi relatif stabil. Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada Januari hingga Februari 2026 menunjukkan tren penurunan dibanding Desember 2025, seiring normalnya kembali aktivitas distribusi dan logistik di wilayah terdampak bencana.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
