
Lapas Padang gulirkan program kesetaraan pendidikan bagi warga binaan

Padang (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Padang, Sumatra Barat (Sumbar) resmi menggulirkan program penyetaraan pendidikan bagi para warga binaan pada Lapas setempat pada Jumat (6/2).
"Program ini adalah langkah strategis untuk mendukung program pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi warga binaan, khususnya di bidang pendidikan," kata Kepala Lapas Padang Junaidi Rison di Padang.
Ia mengatakan untuk menyelenggarakan program itu Lapas Padang menjalin kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Gempita Sumbar, yang langsung ditandatangani pada Jumat.
Penandatanganan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Padang Junaidi Rison beserta jajaran, dan Ketua Yayasan Pendidikan Gempita Sumbar beserta staf, serta warga binaan.
Junaidi Rison menjelaskan kerjasama itu merupakan tindak lanjut dari 15 Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, salah satunya terkait penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan.
Melalui kerja sama tersebut warga binaan diberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan formal setara paket A, B, dan C.
"Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia selama mereka menjalani masa pidana di Lapas Padang," katanya.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Mona Ariska Putri mengatakan program pendidikan formal setara paket A, B, dan C diutamakan kepada warga binaan yang berusia 40 tahun ke bawah.
Selain itu juga digulirkan pembelajaran aksara untuk memberantas buta huruf, pembelajaran ini diperuntukkan kepada seluruh warga binaan tanpa batasan usia.
Ia mengatakan pendidikan merupakan bekal penting bagi warga binaan dalam mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
Program itu diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para warga binaan saja.
Akan tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi warga binaan untuk memperoleh kesempatan kerja yang layak setelah bebas.
"Kami ingin memastikan pembinaan berbasis pendidikan berjalan dengan optimal dan berkelanjutan sebagai wujud komitmen mendukung pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada masa depan warga binaan," katanya.
Pewarta : Fathul Abdi
Editor:
Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
