
Dolar Terus Melemah Jelang Pertemuan FED

New York, (Antara/AFP) - Kurs dolar AS turun lagi pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena ekspektasi untuk kondisi moneter lebih ketat secara signifikan dari Federal Reserve menghilangkan petunjuk tentang pengurangan stimulus hanya sedikit. Pada pukul 22.00 GMT (Rabu pukul 05.00 WIB), euro diperdagangkan di 1,3760 dolar, naik dari 1,3737 dolar pada akhir Senin. Greenback jatuh terhadap yen Jepang, menjadi 102,81 yen dari 103,28 yen, sementara euro merosot ke 141,48 yen dari 141,89 yen. Imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih rendah adalah tanda bahwa pasar melihat Fed akan mengambil sedikit atau tidak ada tindakan tentang bergulirnya kembali program pembelian obligasi 85 miliar dolar AS per bulan ketika mengadakan pertemuan kebijakan minggu depan. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun turun menjadi 2,80 persen dari 2,86 persen pada Senin sore dan 2,88 persen pada Jumat (6/12), sementara pada obligasi 30-tahun turun menjadi 3,83 persen, dibandingkan dengan 3,89 persen pada hari sebelumnya dan 3,92 persen pada Jumat. Para pejabat Fed mengatakan pada Senin bahwa pengurangan stimulus akan dibahas, dengan satu pejabat menyatakan penurunan kecil bisa berguna sementara mereka menunggu lebih banyak konfirmasi dari kekuatan ekonomi. "Dengan keputusan suku bunga Desember The Fed semakin dekat, itutampaknya seolah-olah bank sentral akan melakukan sikap kebijakan yang sangat akomodatif memasuki 2014," kata analis DailyFX David Song. Selain itu, harapan bahwa Kongres akan segera mencapai kesepakatan tentang anggaran juga memberikan kontribusi terhadap penjualan dolar. Imbal hasil obligasi AS terdorong lebih tinggi, menaikkan dolar, pada September dan Oktober selama pertikaian anggaran lalu yang mengancam melihat negara itu gagal bayar (default) pada kewajibannya. Pound Inggris didorong lebih tinggi, menjadi 1,6442 dolar dari 1,6424 dolar pada akhir Senin, sementara dolar turun menjadi 0,8871 franc Swiss dari 0,8906 franc. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
