Logo Header Antaranews Sumbar

BEI: Pelaksanaan IPO 2013 Dapat Melampaui Target

Selasa, 10 Desember 2013 13:44 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2013 ini dapat melampaui target dari yang ditetapkan sebanyak 30 perusahaan. "Sepanjang tahun ini sudah 28 perusahaan yang telah melakukan IPO, rencananya akan ada tambahan tiga perusahaan lagi pada bulan ini," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di sela pencatatan saham PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) di Jakarta, Selasa. Menurut dia perusahaan itu PT Logindo Samudramakmur Tbk, Sawit Sumbermas Sarana Tbk, dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. "Jika terlealisasi maka 31 perusahaan akan tercatat di lantai perdagangan saham BEI, dan tahun ini akan menjadi sejarah bagi BEI selama 15 tahun terakhir. Sebab, setiap tahunnya bursa hanya mampu membawa paling banyak 25 perusahaan yang masuk ke pasar modal," kata dia. Ia mengharapkan bahwa industri pasar modal dapat dimanfaatkan perusahaan domestik dalam mencari dana untuk melakukan ekspansi, dengan demikian industri pasar modal Indonesia dapat menjadi lebih baik. "Untuk tahun 2014, BEI tetap menargetkan 30 perusahaan yang melakukan IPO, kita ingin tetap stabil," ucap dia. Hoesen mengaku, pada tahun ini ada beberapa perusahaan yang menunda untuk melakukan IPO. Hal itu disebabkan beberapa hal diantaranya kondisi pasar saham yang bergejolak. Beberapa emiten yang menunda adalah seperti PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan perusahaan transportasi Blue Bird Group. Sebelumnya, Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan bahwa minat perusahaan melakukan IPO masih tinggi meski kondisi pasar modal Indonesia berfluktuasi, dan diharapkan kondisi itu tidak menjadi hambatan bagi masyarakat untuk menjadi investor di pasar modal domestik. "Saat ini, kapitalisasi pasar modal sekitar Rp4.142 triliun. BEI juga akan menggenjot sebanyak-banyaknya jumlah investor di pasar modal domestik. Saat ini jumlah investor yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sekitar 404.695 investor," papar Ito. Dia menargetkan nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai sebesar 750 miliar dolar AS atau sekitar Rp8.000 triliun pada 2015. "Saya berharap di tahun 2015 mendatang, nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia bisa mencapai 750 miliar dolar AS," ujar Ito Warsito. Kapitalisasi pasar, menurut dia, menunjukkan nilai efek yang tercatat di bursa saham. Atau, secara definisi diartikan sebagai total nilai surat berharga yang diterbitkan oleh berbagai perusahaan di dalam satu pasar. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026