
6.000 penari Zapin di Riau melenggak-lenggok dan catat Rekor Muri

Pekanbaru, (ANTARA) - Sebanyak 6.000 penari mempersembahkan Tari Zapin Massal mencatatkan sejarah pada Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) yang diinisiasi oleh Badan Kerja sama Organisasi Wanita (BKOW) Riau di Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru, Minggu.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto mengatakan kebanggaannya dalam kegiatan yang mengusung tema "Bersatu Dalam Gerak Zapin Lestarikan Budaya Melayu". Hal ini menurutnya bukti Riau tidak pernah goyah meski dihantam badai modernitas.
"Riau memilih jalan yang berbeda. Kita memilih untuk maju tanpa tercerabut, berkembang tanpa meninggalkan akar, dan membangun tanpa mengorbankan nilai," kata SF Hariyanto.
Menurutnya, kemajuan teknologi tidak seharusnya menenggelamkan pusaka moyang, melainkan harus berjalan beriringan. Ia memaknai Tari Zapin sebagai sebuah peradaban yang diterjemahkan ke dalam olah raga dan rasa.
Baginya, Zapin mengajarkan sebuah filosofi hidup yang mendalam, bahwa kebersamaan adalah pondasi yang jauh lebih utama daripada keinginan untuk menonjolkan diri sendiri, dan kecantikan sejati hanya bisa lahir dari keteraturan batin.
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
