Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab: Pelabuhan Teluk Tapang Pasaman Barat bisa tingkatkan ekonomi

Jumat, 9 Januari 2026 16:30 WIB
Image Print
Jajaran Pemkab Pasaman Barat saat meninjau Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat beberapa waktu lalu. ANTARA/Altas Maulana.

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menilai pembangunan sisi darat Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas yang dimulai tahun ini bisa mempercepat aktifitas pelabuhan itu agar terjadi peningkatan ekonomi warga sekitar.

"Informasi dari Kementerian Perhubungan sebesar Rp90 miliar sudah masuk di tahun anggaran 2026 untuk pembangunan fasilitas sisi darat Pelabuhan Teluk Tapang," kata Kepala Dinas Perhubungan Pasaman Barat Bakarudin didampingi Sekretaris Sukarni di Simpang Empat, Jumat.

Menurutnya, keberadaan Pelabuhan Teluk Tapang akan berdampak secara ekonomi bagi Sumbar bagian utara saja tetapi juga bisa berdampak bagi Provinsi Sumatra Utara.

Dia mengatakan, bagi Pasaman Barat sendiri memiliki potensi bidang perkebunan kelapa sawit seluas 189.508 hektare dengan rincian luas perkebunan besar atau perusahaan seluas 62.574 hektare serta luas perkebunan rakyat seluas 126.934 hektare.

Juga ada potensi jagung dengan produksi mencapai 174.645 ton lebih per tahun

Dia mengatakan, Pelabuhan Teluk Tapang itu nantinya juga bisa di akses oleh Provinsi Sumut melalui Kabupaten Mandailing Natal.

Ia memperkirakan jarak antara Mandailing Natal ke Pelabuhan Teluk Tapang itu hanya 2,8 kilometer atau 3 kilometer saja.

"Hasil perkebunan sawit di Sumut bisa dibawa melalui Pelabuhan Teluk Tapang di Pasaman Barat. Artinya ekonomi dua provinsi bisa tumbuh dengan baik," ujarnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Pasaman Barat Sukarni menambahkan bagi Pasaman Barat selama ini, hasil produksi seperti crude palm oil (CPO) harus di bawah melalui jalur darat menuju Pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang.

Jarak antara Pasaman Barat dengan Kota Padang amatlah jauh, sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar.

Di mana jarak tempuh dari Pasaman Barat menuju Pelabuhan Teluk Bayur Padang membutuhkan waktu 4,5 jam.

Sementara bila menggunakan Pelabuhan Teluk Tapang untuk mengangkut crud palm oil (CPO), jarak tempuh dari Sumbar bagian utaranya itu hanya 2 jam saja.

Untuk itu dengan adanya Pelabuhan Teluk Tapang tersebut, akan dapat memperpendek waktu pengiriman CPO.

Dampak lainnya dengan berkurangnya lalu lintas truk pengangkut CPO, juga membuat kondisi ketahanan jalan raya pun lebih lama.

"Nanti jika Pelabuhan Teluk Tapang ini beroperasi juga akan saling terintegrasi dengan Pelabuhan Teluk Bayur Padang serta Pelabuhan Labuan Bajo di Kabupaten Kepulauan Mentawai," katanya.

Dia menilai Pelabuhan Teluk Tapang akan menjadi simpul logistik strategis, tidak hanya bagi Pasaman Barat, tetapi juga untuk kawasan utara Sumatera Barat hingga Mandailing Natal, Sumatera Utara.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026