
JK Lantik Pengurus DMI Sumbar 2012-2017

Padang, (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla melantik Yulius Said sebagai Ketua pengurus DMI Provinsi Sumatra Barat periode 2012-2017. "Diharapkan, pengurus yang baru dapat merumuskan kurikulum yang bijak bagaimana cara untuk memakmurkan masjid, karena saat ini motivasi orang memakmurkan masjid sangat rendah," ujarnya saat acara pelantikan yang berlangsung di Auditorium Gubernuran, Padang, Rabu. Menurut mantan Wakil Presiden itu, jika masjid di Sumatra Barat yang kental dengan adat keislamannya sepi, tentunya lebih parah lagi di daerah-daerah lain. "Jika rendahnya minat anak-anak di daerah ini membaca Al Qur''an, tentu daerah lain makin luar biasa lagi, karena kita tahu sejak dulu Sumatra Barat dengan budaya suraunya yang telah mengantarkan tokoh-tokoh yang besar untuk negeri ini," katanya. Ia mengatakan, masyarakat tidak akan betah datang ke masjid jika masjid itu sendiri tidak makmur yang dianalogikan dengan pusat perbelanjaan. "Kenapa mal bisa ramai? Karena di mal bukan saja ada tempat belanja, tetapi lebih dari pada itu, semua yang datang bisa saling berdiskusi, makan siang dan lain-lain. Bahkan berdasarkan survei, 25 persen pengunjung yang datang ke mal tidak berniat belanja, namun karena datang ke sana akhirnya mereka membeli sejumlah barang," katanya. Belajar dari itu, sudah saatnya masjid di Sumatra Barat layaknya seperti mal, di mana orang datang bukan hanya datang bukan hanya untuk beribadah. "Semua aktivitas kemasyarakatan dapat tumbuh subur di masjid, masjid juga dapat disajikan tempat diskusi dan tempat bertukar pikiran dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat," kata JK. Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam kesempatan tersebut menyampaikan, pihaknya akan mendukung semua program MDI Sumatra Barat sesuai dengan kondisi anggaran dan kesempatan yang ada. "Memakmurkan masjid merupakan upaya kita bagaimana masyarakat terberdayakan dalam setiap pembangunan, selain dalam menjalani ibadah secara sungguh-sungguh," katanya. Di 19 kabupaten/kota di Sumatra Barat, bupati atau walikota telah memberikan perhatian yang baik dalam kegiatan keagamaan, termasuk terhadap pembangunan rumah ibadah, mushalla dan masjid. "Keseriusan ini terlihat dari tingkat aktivitas pemerintah daerah dengan berbagai program yang telah mereka lakukan," ujar Irwan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
