
Wagub Ancam Ambil Alih Operator Transjakarta "Nakal"

Jakarta, (Antara) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengancam pihaknya akan mengambil alih operator Bus Transjakarta yang "nakal" agar kepentingan umum tidak lagi disandera yang disebabkan masalah internal perusahaan. "Kami mau beli bus sendiri, kami operasikan sendiri ke depannya. Jadi kami tidak lagi disandera oleh operator mana pun, sama seperti sekarang, banyak yang tidak layak tapi kami tidak bisa stop, kalau stop jumlah nggak cukup," ujar Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta, Jumat. Ahok, demikian ia biasa dipanggil, menanggapi kasus mogok operasi bus Transjakarta di Koridor 5 Kampung Melayu-Ancol dan Koridor 7 Kampung Melayu-Kampung Rambutan sejak pagi hingga siang ini yang dilakukan oleh supir busway. Karena itu, pihaknya akan mendorong bus-bus yang dibeli itu harus masuk e-katalog baik pembeliannya maupun servisnya. "Jadi waktu servisnya pun tidak perlu tender. Misalnya waktu saya beli mobil ketika rusak tinggal kirim aja ke bengkel resmi terdekat. Servis saja, bayar saja, tidak perlu tender. Selama ini kan servis pun mesti tender. Selalu mutu kendaraan kita, perawatannya menjadi tidak baik," ujar dia. Ia mengatakan dengan upaya memasukan pembelian bus-bus di dalam e-katalog maka perawatan dan pengoperasian menjadi lebih baik. Ketika ditanya aksi mogok tersebut karena belum turunnya gaji supir selama 2 bulan, ia mengatakan bahwa permasalahan itu karena memakai sistem outsourcing (tenaga alih daya). "Inikan persoalan utama seperti tukang sampah. Outsourcing di sini, kontrak dengan kita outsourcingnya pakai UMP, tapi begitu turun ke bawah dipotong, makanya kami mendorong kalau perusahaannya terus nakal seperti itu kami terpaksa mengambil alih sebab kami bukan pengusaha, kami punya BUMD juga kan, kami punya uang punya kekuasaan, kalau anda tidak mau lakukan yang lebih baik kami akan ambil alih," ujar dia. Karena Pemprov tidak bisa mentolerir kepentingan umum disandera dengan situasi internal perusahaan. "Anda bisa duduk ngomong kan, tapi dia tidak bisa ngomong, kita pengen tunjukin ada operator tidak beres. Nanti kalau bus datang silahkan loncat saja kerja sama kita," ujar dia. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
