
Ikuti arahan BNPB, Padang Panjang susun R3P pascabencana

Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, mulai menyusun Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sesuai arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai langkah strategis pemulihan wilayah terdampak bencana.
Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang Sonny Budaya Putra mengatakan R3P akan menjadi acuan utama dalam perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah tersebut selama tiga tahun ke depan.
Ia menekankan keberhasilan penyusunan R3P sangat ditentukan oleh kelengkapan dan validitas data kerusakan serta kerugian akibat bencana. Data tersebut harus dihimpun secara rinci, terukur, dan diklasifikasikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Seluruh data harus jelas jenisnya, kriterianya, dan skalanya. Jika belum valid, harus dilakukan pengecekan ulang ke lapangan karena validasi data menjadi hal yang sangat penting,” kata Sonny dalam rapat koordinasi daring bersama BNPB di Posko Penanganan Bencana Kota Padang Panjang, Jumat.
Ia mencontohkan pada sektor pendidikan, data yang disusun harus memuat jumlah bangunan sekolah yang mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat, beserta nilai kerusakan, nilai kerugian, dampak yang ditimbulkan, serta estimasi kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sonny berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dapat berkolaborasi secara serius dan menyusun R3P secara terpadu, bukan berjalan sendiri-sendiri. Sinergi dan komunikasi antarlembaga dinilai penting untuk menghasilkan dokumen perencanaan yang menyeluruh dan mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Menurutnya, R3P yang disusun berdasarkan data yang kuat akan menjadi dasar perencanaan pembangunan pascabencana yang tepat sasaran, terintegrasi, dan berkelanjutan sehingga Padang Panjang dapat pulih lebih cepat.
Pewarta: Isril Naidi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
