
Imbas cedera, Zohri raih perak lari 100 meter

Zohri menjelaskan bahwa dukungan publik, proses pemulihan, serta keterbatasan latihan menjadi bagian penting dari perjalanan menuju penampilannya di final 100 meter. Ia juga menyebut telah berjuang semaksimal mungkin sejak awal untuk bisa memberikan prestasi terbaiknya.
“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Sekali lagi terima kasih buat masyarakat Indonesia yang telah mendukung dan mensupport saya," katanya.
"Sebenarnya saya sudah memimpin dari awal sampai 30-20 meter terakhir, tapi di akhir saya habis. Itu yang jadi kendala. Nggak berasa sebenarnya, cuma kurang latihan aja karena memang saya nggak bisa latihan lebih dari 100 meter."
Zohri masih membuka peluang menambah perolehan medali untuk Tim Indonesia lewat satu nomor lain. Pelari asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu akan tampil di nomor estafet. Akan tetapi terdapat perhatian khusus dari tim pelatih untuk mempertimbangkan penampilannya di nomor estafet tersebut karena kondisi cedera ACL yang menimpanya.
Di sisi lain, Indonesia juga menambah medali perak dari Putra Wahyudi yang turun di nomor lari jarak jauh 1500 meter.
Wahyudi meraih medali perak pertamanya di arena SEA Games setelah mencatatkan waktu 3 menit 49,09 detik. Medali emas diraih tuan rumah Thailand dengan catatan 3 menit 47,50 detik dan perunggu diambil Vietnam lewat 3 menit 50,13 detik.
“Alhamdulillah bisa kasih perak untuk Indonesia. Medali ini saya persembahkan untuk istri dan calon anak saya. Alhamdulillah istri saya sedang hamil 6 bulan. Ini untuk mereka,” katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Imbas cedera ACL, Zohri raih perak lari 100 meter
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
