Bupati Pasaman Barat ingatkan pengendara tetap waspada lewati lokasi longsor (Video)

id Bupati Pasaman Barat,Pasaman Barat, Sumatera Barat,longsor,Pasanggiang, Nagari Talu

Bupati Pasaman Barat ingatkan pengendara tetap waspada lewati lokasi longsor (Video)

Mobil yang dikendarai oleh Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat Yulianto saat terpaksa ditarik karena beratnya medan longsor di jalan provinsi tepatnya di daerah Pasanggiang, Nagari Talu, Jumat (5/12/2025).

Simpang Empat (ANTARA) - Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat Yulianto mengingatkan kepada pengendara menuju Kecamatan Talamau agar tetap waspada melewati kawasan longsor di Pasanggiang Nagari Talu.

"Tadi saya langsung menempuh bekas lokasi longsor di Pasanggiang dengan mobil gardan dua. Kondisinya masih belum normal. Kalau mobil roda empat biasa tidak akan mampu melewatinya," katanya," Jumat.

Menurutnya pembersihan material longsor terus dilakukan oleh tim di lapangan dengan mengerahkan alat berat ekskavator.

Selain ada tim dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumbar juga tim dari kabupaten ikut membantu karena akses jalan ini sangat penting bagi masyarakat Talamau.

Dia menyebutkan pengendara harus tetap hati-hati dan tidak memaksakan diri karena alat berat sedang bekerja.

"Untuk pendistribusian logistik juga akan terhambat namun tetap kita upayakan dengan sistem estafet," sebutnya.

Dia menjelaskan bencana alam di Pasaman Barat memberikan dampak di 11 kecamatan yang ada.

Untuk warga terdampak banjir juga telah disalurkan bantuan logistik termasuk ke daerah terjauh.

Namun, saat ini, tinggal Kecamatan Talamau yang masih ada korban yang dicari oleh tim gabungan hingga saat ini.

Dari lima korban yang tertimbun longsor, dua orang baru ditemukan yakni Yelma Yunita (41) dan Raffael Gusti Pratama (7) sedangkan Dian Fernanda (24), Amrizal (38) dan Nurhayati (35) masih dalam pencarian.

Pencarian terhadap korban merupakan pencarian hari kedelapan sejak longsor terjadi pada Jumat (28/11).

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.