Logo Header Antaranews Sumbar

Anak-Anak Terbiasa Menjadi Pembawa Kembang Api

Selasa, 3 Desember 2013 20:53 WIB
Image Print

London, (Antara/AFP) - Sebuah riset yang dipublikasi pada Selasa menyebutkan anak-anak berusia delapan tahun telah terbiasa dengan peralatan-peralatan kembang api di stadion-stadion Liga Utama Inggris. Survei yang melibatkan 1.635 pendukung tim sepak bola yang dilakukan oleh Liga Utama Inggris mendapati bahwa sepertiga penggemar terkena dampak langsung dari kembang api dan suar, dan 86 persen mencemaskan keselamatan mereka. Terdapat peningkatan kecelakaan-kecelakaan yang melibatkan kembang api pada pertandingan-pertandingan Liga Utama Inggris pada beberapa musim terakhir, di mana seorang asisten wasit terkena bom asap yang dilemparkan dari tribun penonton pada pertandingan di markas Aston Villa pada Oktober. Riset itu juga mengungkapkan bahwa rekaman CCTV pada satu pertandingan Liga Utama Inggris memperlihatkan bahwa seorang pria muda membagi-bagikan kembang api kepada orang-orang dewasa melalui tas ranselnya. Liga Utama, Liga Sepak Bola, dan FA meluncurkan kampanye untuk mengingatkan kepada para penggemar bahwa membawa benda-benda seperti itu ke pertandingan merupakan hal ilegal. "Elemen gangguan dari kembang api yang meningkat telah melibatkan anak-anak," demikian pernyataan Liga Utama. "Bukan hal yang tidak umum bagi para "keledai" untuk membawa kembang api ke stadion atas nama orang lain, dan pada satu insiden di Liga Utama Inggris pada musim lalu seorang anak berusia sekitar delapan tahun diketahui terlibat dalam penggunaan kembang api." "Anak itu masuk ke stadion dengan kembang api di tas ranselnya dan kemudian terlihat membagikannya ke para anggota grup dewasa yang membiarkan ia masuk ke dalam stadion." Penggunaan kembang api di sepak bola Inggris meningkat tajam pada tiga tahun terakhir, di mana delapan insiden dilaporkan terjadi pada 2010/2011, 72 insiden pada 2011/2012, 172 insiden pada 2012/2013 dan 96 insiden yang sudah terjadi pada musim ini. Menteri Kepolisian Inggris Raya Damian Green memperingatkan, "Penggemar sepak bola mungkin melihat citra-citra di stadion-stadion sepak bola sebagai bagian dari Eropa yang penuh asap dan cahaya yang disebabkan peralatan-peralatan kembang api, dan berpikir mereka menciptakan atmosfer yang bagus - namun mereka tidak (menciptakannya)." "Suar sangat berbahaya dan dapat menyebabkan cedera. Kami sangat beruntung tidak ada yang terluka serius atau terbunuh oleh suar yang ada di sini untuk kurun waktu yang lama." Sembilan orang cedera karena kembang api yang dilemparkan di stadion sepak bola di Inggris dalam 18 bulan terkahir, sedangkan para penggemar dari klub-klub seperti Manchester United dan Chelsea telah mendapat larangan untuk menggunakan atau memiliki bom asap pada tahun ini. Badan sepak bola dunia FIFA juga menyelidiki penggunaan suar sepanjang pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Inggris dan Polandia di Stadion Wembley pada Oktober. Pada Februari, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun asal Bolivia terbunuh karena suar pada pertandingan Piala Libertadores di Bolivia. "Itu adalah kecemasan terbesar yang kami dapatkan di antara para penggemar saat ini," kata Cathy Long, kepala pelayanan penggemar di Liga Utama Inggris, kepada BBC. "Terdapat insiden-insiden di seluruh dunia di mana orang-orang mengalami cedera parah atau meninggal. Kami beruntung liga kami saat ini tidak memiliki isu utama seperti itu, namun kami ingin menghentikan hal seperti itu terjadi." (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026