Logo Header Antaranews Sumbar

Persoalan Drainase Padang Darurat

Selasa, 3 Desember 2013 15:44 WIB
Image Print
Ilustrasi banjir. (Antara)

Padang, (Antara) - DPRD Kota Padang menilai, pemerintah kota setempat harus segera mengatasi persoalan drainase, karena dinilai sebagai masalah darurat, agar genangan air tidak selalu terjadi saat hujan. Anggota Komisi III DPRD Kota Padang Albert Hendra Lukman, di Padang, Selasa, mengatakan, melihat kondisi drainase atau saluran pembuangan air di daerah ini, seharusnya Pemkot Padang melakukan tindakan konkret dalam menanggulanginya, sebab setiap kali terjadi hujan dengan intensitas tinggi selalu terjadi genangan air hampir di semua titik Kota Padang. "Kita melihat permasalah ini telah menjadi hal yang darurat untuk ditangani, tidak lagi menjadi hal yang harus dihiraukan begitu saja, sebab pascagempa 2009, persoalan tersebut hingga saat ini belum dapat diatasi oleh Pemkot Padang," kata Albert. Dia menambahkan, ini akibat dari kebijakan Pemkot Padang, pascagempa 2009, yang seperti mengabaikan rehabilitasi dan rekontruksi drainase, padahal salah satu infrastruktur yang mengalami dampak parah akibat gempa tersebut adalah saluran pembuangan air tersebut. Anggota legislator tersebut juga menjelaskan, jika persoalan selama ini yang dikeluhkan Pemkot Padang adalah anggaran yang minim, sebenarnya jika ada kemauan, dapat minta bantuan pada pemerintah Provinsi Sumatera Barat, atau pemerintah pusat, untuk penangan khusus terkait hal tersebut. Hal itu disampaikan anggota dewan tersebut, terkait genangan air akibat hujan deras yang melanda Kota Padang, dari Senin malam hingga Selasa siang, dimana genangan air dan banjir merendam hampir seluruh kecamatan di Padang, di antaranya daerah di Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Kuranji, Kecamatan Lubuk Begalung, Kecamatan Padang Barat, Kecamatan Bungus, dan lainnya. "Untuk penanganan ini, saat pertemuan dengan pihak terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang, kita dari komisi III juga telah meminta SKPD itu, untuk menyusun anggaran dana, agar perbaikan tuntas terhadap saluran air di daerah ini dapat diatasi dalam APBD 2014," jelasnya. Genangan air dan banjir yang melanda Kota Padang juga dibenarkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Kota Padang, Budi Erwanto. "Banjir juga merendam Rumah Sakit Usaha Daerah (RSUD) Kota Padang, dimana personel BPBD telah ditugaskan untuk membantu proses evakuasi pasien," kata Budi. Budi menambahkan, genangan air juga mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas, dan mengakibatkan beberapa kendaraan mogok di tengah jalan, seperti yang terjadi di Simpang Hadisdidong, Jalan S. Parman, Jalan Sudirman, dan lainnya. Ia menyebutkan, sampai saat ini pihak BPBD telah mengerahkan seluruh personel dalam upaya evakuasi dan penanggulangan banjir tersebut. Selain mengganggu lalu lintas, siswa dari beberapa sekolah di Kota Padang juga dipulangkan lebih awal mengingat curah hujan yang relatif tinggi masih terus mengguyur Kota Padang. (*/zon)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026