
Penuhi kebutuhan pengungsi, Pemkot Padang Panjang dirikan dapur darurat

Padang Panjang (ANTARA) - Hingga pukul 17.18 WIB, jumlah pengungsi di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, tercatat mencapai 796 orang.
Para pengungsi tersebar di delapan titik penampungan, yaitu Kantor Lurah Pasar Usang, GOR Bancah Laweh, TPA Tanah Pak Lambik, SD 13 Koto Katiak, Kantor Lurah Silaiang Bawah, Sangkur Subarang Silaiang Atas, Kantor Lurah Sigando, dan Kantor Lurah Koto Panjang.
Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah seiring masuknya laporan terbaru dari lapangan.
Untuk memenuhi kebutuhan makan malam para pengungsi, Pemerintah Kota Padang Panjang mendirikan dapur darurat dan menyiapkan sekitar 300 bungkus nasi siap saji bagi masyarakat terdampak hujan disertai angin kencang serta ancaman banjir dan longsor di wilayah tersebut.
Koordinator Dapur Darurat, Yetti Syofyarni, mengatakan bahwa pendirian dapur darurat merupakan langkah cepat Pemkot dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
“Kami menyiapkan sebanyak 300 bungkus nasi siap saji. Selain itu, Baznas juga membantu menyediakan sekitar 500 bungkus nasi tambahan yang sebagian telah disalurkan ke lokasi pengungsian,” ujar Yetti.
Ia menambahkan, dapur darurat yang berlokasi di rumah dinas Sekda tersebut memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan makanan siap saji dan bantuan yang diperlukan.
“Dapur darurat ini akan beroperasi sepanjang masa tanggap darurat dengan melibatkan Dinas Sosial, BPBD, Tagana, TNI–Polri, serta relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan,” jelasnya.
Dapur darurat itu menyiapkan dan menyalurkan makanan siap saji kepada para pengungsi yang tersebar di berbagai titik penampungan.
Mengingat hujan disertai angin kencang masih terjadi hingga malam hari, Pemerintah Kota Padang Panjang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor, mengingat kondisi cuaca yang belum stabil dan intensitas hujan yang masih tinggi.
Pewarta: Isril Naidi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
