Bukittinggi (ANTARA) - Upaya peningkatan layanan promotif dan preventif terus diperkuat oleh BPJS Kesehatan. Salah satunya melalui penyediaan fitur Skrining Riwayat Kesehatan yang dapat diakses seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Layanan skrining ini hadir sebagai instrumen deteksi dini untuk membantu peserta mengetahui potensi risiko penyakit kronis agar dapat dilakukan penanganan lebih cepat di fasilitas kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Haris Prayudi, menjelaskan bahwa skrining riwayat kesehatan menjadi salah satu langkah transformasi layanan yang berfokus pada pencegahan.
Menurutnya, skrining merupakan pintu awal bagi peserta JKN untuk memahami kondisi kesehatannya yang mungkin selama ini tidak disadari.
“Skrining riwayat kesehatan dirancang agar peserta dapat melakukan penilaian kesehatan secara berkala dan mandiri. Melalui serangkaian pertanyaan sederhana, sistem akan memberikan gambaran risiko kesehatan peserta, apakah berada pada kategori rendah, sedang, atau tinggi. Ini penting sebagai langkah awal pencegahan,” ujar Haris, Rabu.
Ia menyebutkan skrining dapat mendeteksi potensi risiko terhadap 14 jenis penyakit, di antaranya hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung iskemik, stroke, PPOK, tuberkulosis, hepatitis, hingga beberapa jenis kanker.
Hasil skrining yang menunjukkan risiko sedang atau tinggi memungkinkan peserta memperoleh tindak lanjut lebih cepat pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
“Jika peserta berada pada kategori risiko tertentu, kami mendorong agar segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di FKTP. Tentunya dari faskes akan memberikan edukasi, pemeriksaan lebih lanjut, hingga pemantauan berkala yang disesuaikan dengan kondisi peserta. Kita mengharapkan jangan sampai ada terjadinya komplikasi di kemudian hari,” jelas Haris.
Layanan skrining dapat dilakukan satu kali per tahun bagi seluruh peserta JKN yang terdaftar. Kemudahan akses juga terus diperluas melalui berbagai kanal digital, seperti Aplikasi Mobile JKN, situs webskrining.bpjs-kesehatan.go.
Haris juga mengatakan bahwa peningkatan kemudahan ini bertujuan memastikan peserta tidak terkendala waktu maupun jarak untuk mengikuti skrining.
“Kami berharap peserta semakin aktif memanfaatkan layanan ini karena hanya sekali dalam setahun. Dengan skrining yang dilakukan secara rutin, peserta dapat lebih aware terhadap kondisi kesehatannya,” kata Haris.
Ia menutup penjelasan dengan mengajak peserta JKN di wilayah kerja Cabang Bukittinggi untuk mulai menjadikan skrining sebagai kebiasaan tahunan.
“Pencegahan selalu lebih mudah daripada pengobatan. Skrining ini sederhana, cepat, dan sangat berguna untuk Peserta JKN. Kami mengimbau seluruh peserta untuk memanfaatkannya,” tutup Haris.
