
Polres Solok Selatan gelar apel tanggap darurat bencana

Padang Aro (ANTARA) - Polres Solok Selatan, Sumatra Barat menggelar apel tanggap darurat bencana untuk mengecek secara langsung kesiapan personel, kelengkapan sarana dan prasarana, serta memantapkan koordinasi antar instansi yang terlibat dalam Satgas.
"Keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya diukur dari kecepatan respons setelah kejadian, tetapi juga dari upaya mitigasi dan pencegahan yang kita lakukan sebelumnya," kata Kapolres Solok Selatan, AKBP M Faisal Perdana, di Padang Aro, Rabu.
Dia menjelaskan, Indonesia berada di peringkat tiga Negara berpotensi bencana alam tertinggi.
Data dari United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) tahun 2025 menunjukkan bahwa lebih dari 124 juta jiwa terdampak bencana alam setiap tahunnya secara global.
Sementara itu, posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire (Cincin Api Dunia) menempatkannya sebagai salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi.
Fakta ini katanya, diperkuat oleh Survei World Risk Index tahun 2025 yang menempatkan Indonesia pada peringkat tiga negara dengan potensi bencana alam tertinggi di dunia.
Dia mengungkapkan, ada delapan pedoman utama kesiapsiagaan
untuk menghadapi tantangan tersebut diantaranya, dengan melakukan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan BMKG serta informasi dan Imbauan Kamtibmas dengan aktif memberikan informasi terkait potensi ancaman bencana kepada masyarakat.
Kemudian kesiapan sarana dan Prasarana dengan memastikan kesiapan peralatan evakuasi, kendaraan operasional dan ketersediaan logistik.
Melaksanakan simulasi rutin tanggap darurat bencana sebagai sarana edukasi dan pelatihan, mengedepankan kecepatan dan ketepatan dalam evakuasi, penyaluran bantuan, dan trauma healing.
Selanjutnya tugas kemanusiaan yaitu melaksanakan tugas dengan empati, humanis, dan profesional demi kenyamanan masyarakat, prosedur dan evaluasi guna memastikan seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai prosedur dan terus melakukan evaluasi berkelanjutan.
Selanjutnya sinergitas lintas sektoral dengan meningkatkan koordinasi dengan TNI, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.
Pewarta: Erik Ifansya
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
