
Pelindo III Peroleh Pinjaman Rp1,2 Triliun

Jakarta, (Antara) - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) memperoleh pinjaman sebesar 121 juta dolar AS atau sekitar Rp1,2 triliun untuk membiayai pengadaan 10 unit peralatan "Ship to Shore Crane" (STS) dan 20 unit "Automated Stacking Crane" (ASC). Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa, menyebutkan pinjaman tersebut diperoleh dari lembaga keuangan asing, Credit Suisse dan Deutsche Bank Cabang London, Inggris. Menurut Djarwo, pinjaman ini dilakukan dengan skema Export Credit Agency melalui lembaga asuransi Finnvera asal Finlandia dengan bunga pinjaman sebesar 1,39 persen, berjangka waktu pembayaran selama 7 tahun. Adapun kedua alat yang akan dioperasikan di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, tersebut dibuat oleh Konecranes, perusahaan alat berat asal Finlandia. Djarwo menjelaskan, penandatanganan perjanjian pinjaman telah dilakukan pihak Pelindo III dan bank pada 30 Agustus 2013, sementara perjanjian pengadaan 10 unit STS dan 20 unit ASC dilakukan oleh Pelindo III dan Konecranes pada 1 Maret 2013. Alat yang dipesan tersebut mulai dikerjakan dan akan datang bertahap mulai Januari 2014, dimulai dari 10 unit ASC yang datang dalam bentuk komponen dan untuk kemudian dirakit di Indonesia, dan dilanjutkan dengan kedatangan 5 unit STS secara utuh. "Sepuluh unit ASC dan lima unit STS lainnya akan dikirim pada tahun 2016 setelah Terminal Teluk Lamong tahap kedua selesai dibangun," tambahnya. Sementara itu Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo III Husein Latief mengatakan alat yang digunakan di Terminal Teluk Lamong itu menggunakan teknologi ramah lingkungan, sejalan dengan konsep pelabuhan ramah lingkungan (green port) yang dikampanyekan oleh Pelindo III. "Selain ramah lingkungan, alat-alat tersebut juga berteknologi tinggi. ASC misalnya, operator tidak perlu di atas alat tetapi cukup di dalam ruang operator, bahkan wanita juga dapat bertindak selaku operator," kata Husein. Lebih lanjut Husein mengungkapkan bahwa Terminal Teluk Lamong dibangun dalam beberapa tahapan. Tahap pertama dibangun seluas 38,8 hektare dan akan dioperasikan tahun 2014, disusul kemudian tahap kedua dengan luas total mencapai 50 hektare pada tahun 2016, dan akan terus dibangun hingga mencapai luas 386,12 hektare. "Terminal Teluk Lamong tahap pertama ini membutuhkan dana sekitar Rp3,4 triliun. Pembangunan Terminal Teluk Lamong sendiri akan berlanjut hingga tahun 2030 mendatang," tambah Husein. Pada saat yang bersamaan, Pelindo III juga melakukan penandatanganan perjanjian pembelian alat berupa delapan unit "Container Crane" (CC) dan dua unit "Ship Unloader" senilai 68 juta dolar AS. Kedelapan CC itu nantinya akan digunakan di Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Tanjung Perak dan Terminal Petikemas Semarang (TPKS). Sedangkan dua unit "Ship Unloader" akan digunakan di Terminal Teluk Lamong untuk menunjang kegiatan bongkar muat curah kering. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
